Belimbing Wuluh

Belimbing Wuluh

Tanaman jenis belimbing belimbingan ini, mempunyai buah yang khas, berbentuk bulat panjang dan terasa asam, Namun di balik keunikannya , belimbing wuluh memiliki bermacam khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan seperti tekanan darah tinggi,jerawat, batuk, diabetes, rematik, gondongan, sariawan, sakit gigi, gusi berdarah, hingga sebagai antibakteri.

belimbing-wuluh

 

Belimbing wuluh cocok ditanam di tempat yang cukup sinar matahari di tempat-tempat terbuka yang mempunyai ketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini biasa tumbuh di pekarangan atau kadang tumbuh liar di ladang atau tepi hutan.

Pemanfaatan Belimbing Wuluh Di Indonesia

Di Indonesia olahan buah belimbing wuluh lebih banyak dimanfaatkan sebagai sirup, manisan, atau bumbu masak. Selain itu juga berguna untuk membersihkan noda pada kain, mengilapkan barang barang yang terbuat dari kuningan dan sebagai obat tradisional. Sementara pemanfaatan belimbing wuluh untuk mengatasi berbagai penyakit belum banyak dilakukan karena manfaatnya yang belum banyak diketahui masyarakat.

Selain di Indonesia, spesies ini sekarang dibudidayakan dan ditemukan di seluruh Filipina, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar (Burma), Malaysia dan India. Bagian yang biasa digunakan adalah buah,batang,daun,dan bunganya. Keempat bagian tersebut banyak mengandung senyawa yang berkasiat. Diantaranya adalah saponin, tannin, glukosida, hingga kalsium.

Hampir seluruh bagian tanaman belimbing wuluh baik daun, buah hingga batangnya memiliki khasiat untuk kesehatan. Kandungan kimia secara umum pada jenis belimbing belimbingan ini adalah tanin, saponin, glukosida, sulfur, asam format, peroksida. Berbagai penelitian lebih lanjut menyebutkan bahwa buah belimbing wuluh mengandung senyawa flavonoid, triterpenoid. Sedangkan daun mengandung tanin, flavonoid, dan terpenoid.

Kegunaan Belimbing Wuluh

Daun belimbing wuluh biasa dimanfaatkan untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri, disamping sebagai pembunuh kuman serta dapat menurunkan kadar gula darah. Sementara bunga berkhasiat sebagai obat batuk dan perasan air buah balk untuk asupan vitamin C. Perasan buah juga dapat dipakai untuk keramas sebagai penghilang ketombe, atau digosokkan untuk obat sakit kulit seperti panu. Rasa asam dan sejuk pada buah dapat digunakan untuk menghilangkan sakit, memperbanyak pengeluaran empedu, antiradang bahkan sebagai peluruh kencing.

Secara tradisional belimbing wuluh, sudah digunakan turun temurun (empiris) oleh masyarakat sebagai bahan tambahan masakan untuk memberikan rasa asam yang alami. Dimana buah merupakan bagian yang paling banyak dan mudah digunakan.

Adanya tannin dalam belimbing wuluh ini menurut dokter ahli herbal ini, dapat berpotensi membantu proses meluruhkan lemak, dengan dosis tertentu yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.Namun penggunaan secara berlebihan juga dikhawatirkan mengakibatkan efek yang tidak diinginkan seperti diare.

Bisa jadi, hipertensi menjadi penyakit popular orang orang Indonesia, kabar baiknya, salah salah satu khasiat belimbing wuluh adalah mengatasi penyakit darah tinggi. Penggunaan ramuan belimbing wuluh secara tradisional untuk kondisi ini dapat dilakukan dengan cara :

3 buah belimbing wuluh dicuci dengan air bersih lalu dipotongpotong, kemudian direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa satu gelas.Setelah dingin,airnya disaring dan diminum setelah makan pagi. Atau buah belimbing wuluh diparut, peras ambil airnya dan diminum sekali sehari.

Penting untuk diperhatikan, bagi penderita hipertensi yang air kencingnya mengandung kristal oksalat disarankan tidak menggunakan resep ini karena bahan tersebut mengandung asam oksalat. Penderita hipertensi dengan gangguan lambung seperti maag juga tidak dianjurkan menggunakan resep ini karena rasanya yang asam dikhawatirkan meningkatkan asam lambung.Sebagai gantinya belimbing wuluh dapat diganti dengan belimbing manis.

Buah belimbing wuluh juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi masalah jerawat. Caranya, siapkan tiga buah belimbing wuluh segar, cuci hingga bersih. Kemudian buah diparut dan diberi sedikit garam.Tempelkan pada kulit yang berjerawat, dua kali sehari. Atau buah belimbing wuluh diparut, remas, beri garam dan gosokkan ke daerah yang berjerawat.

Senyawa saponin dalam batang Belimbing Wuluh diduga berpotensi sebagai antimikroba. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Faradisa tahun 2008 menyebutkan bahwa ekstrak saponin dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.

Gemuk itu sumber penyakit – info Cara diet cepat dan alami 5-15kg/60 hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *