Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Ciplukan

Ciplukan Dan Manfaatnya

Bentuk buahnya menyerupai lampion, ltulah buah ciplukan yang banyak digunakan sebagai ramuan tradisional untuk membantu mengatasi berbagai penyakit seperti influenza, sakit tenggorokan, hipertiroid, diabetes hingga kanker.

ciplukan

Ciplukan (Physalis peruviana) berasal dari dataran tinggi Peru dan sekitaran Amerika Selatan, di tempat asalnya tanaman ini bisa tumbuh subur. Ciplukan juga memiliki beberapa nama latin seperti, Physallis peruviana L, Physallisa anguiata Linn, atau Physallis minina Linn. Di Inggris tanaman ini disebut Morel berry sedangkan di Jepang dikenal dengan nama Houzuki.

Kandungan Ciplukan

Di Indonesia, la tumbuh liar di pekarangan atau lahan kosong yang lembab namun cukup sinar matahari. Orang Sunda biasa menyebut tanaman ini dengan nama cecenet, di Madura disebut nyurnyuran. Ceplukan sebutan orang Jawa, disebut ciciplukan atau keceplokan di Bali, Leletokan untuk warga Minahasa dan masih banyak sebutan lainnya.

Meskipun masuk dalam kategori tanaman terung-terungan, tanaman ini memiliki senyawa-senyawa aktif, di antaranya chlorogenik acid, C27H440-H20, asam sitrun, saponin, flavonoid, polifenol, fisalin dan Withangulatin A. Dalam biji terdapat 12-25% protein, 15-40% minyak lemak dengan komponen utama asam palmitat, asam stearat, dan claidic acid.

Akar Ciplukan mengandung alkaloid, daun memilik glikosida flavonoid (luteolin). Tunasnya mengandung flavonoid dan saponin, buah asam malat, alkaloid tannin, kriptoxantin, vitamin C dagula. Selain beberapa zat gizi lain juga terdapat vitamin A, Tiamin (Vit B1), Riboflavin (vit.B2), Niacin ( vit.B3 ), Vitamin C, Kalsium, Besi dar Fosfor, dalam buahnya.

Untuk Mengatasi Flu

Hasil penelitian yang dilakukan Departemen Farmasi Universitas Cartagena, Columbia mengatakan ciplukan bersifat imunomodulator atau peningkat kekebalan dan juga anti pembengkakan. Hasil pengalaman di masyarakat juga mengatakan bahwa ciplukan dapat mengatasi gejala flu.

Ketika terserang gejala flu, tegorokan biasanya terasa sakit untuk menelan, jika hal tersebut dibiakan maka sakit semakin berat, timbul demam, kepala pusing sehingga sangat mengganggu. Sebelum itu terjadi ada baiknya kita mengambil 2-3 buah ciplukan mengkal, diambil, dibersihkan/dicuci dan langsung dikunyah.

Rasa buah ciplukan ini sedikit asam. Berdasarkan pengalaman dalam hitungan jam rasa sakit di tenggorokan akan berangsur hilang, dan flu bisa dicegah seminimal mungkin. Makanlah buah ciplukan secara rutin setidaknya 2 hari pertama saat gejala flu muncul.

Menurunkan Kadar Gula Darah Bagi Penderita Diabetes

Tidak hanya untuk flu. Senyawa flavonoid yang terkandung dalam buah, berfungsi menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.Dalam ciplukan terkandung senyawa flavonoid yang tinggi yaitu sebesar 4%, selain senyawa antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Fungsi flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat balk untuk pencegahan kanker, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, memiliki sifat anti inflamasi dan mencegah keropos tulang.

Bahkan ekstrak herba ciplukan mempunyai efek antidiabetes sama halnya seperti glibenklamid yang merupakan obat lini pertama untuk penderita diabetes.

Herba ciplukan cukup membantu menstabilkan kadar gula darah. sehingga sediaan kapsul herba tersebut menjadi pilihan yang mudah untuk digunakan. Untuk meningkatkan sinergi khasiatnya memang diperlukan beberapa kombinasi dengan herbal lain seperti daun mimba.

Sedangkan untuk membantu mengatasi masalah hormonal seperti tiroid, ciplukan dapat dikombinasikan dengan herba pegagan. Semuanya disarankan minum dalam kemasan kapsul karena selain mudah, dosis yang digunakan juga lebih terukur.

Menekan Pertumbuhan Sel Kanker

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Amelilinda Monikawati dan kawan-kawan dari Universitas Gadjahmada, Yogyakarta, dikatakan bahwa ciplukan juga mengandung senyawa Fisalin dan Withanolid yang dapat digunakan sebagai antikanker. Fisalin banyak ditemukan di bagian batang dan daunnya.

Hasil penelitian Amelilinda berhasil menguji potensi kemopreventif ekstrak etanolik herba ciplukan (EHC) pada sel kanker payudara. Aktivitas kemopreventif ekstrak etanolik herba ciplukan ini menjadi alternatif pengobatan penderita kanker payudara. Secara in vitro, penelitian ini berhasil menekan pertumbuhan sel kanker hingga 20%. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa ciplukan berpotensi untuk dikembangkan sebagai agent kemopreventif kanker payudara melalui induksi apoptosis dan penghambatan proliferasi sel.

Gemuk itu sumber penyakit – info Cara diet cepat dan alami 5-15kg/60 hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *