Diabetes Mellitus Pada Usia Muda

Diabetes Mellitus Pada Usia Muda

Tidak lagi didominasi para lanjut usia,Diabetes Mellitus (DM) kini sudah banyak diderita anak muda. Selain genetik, gaya hidup tidak sehat ditengarai menjadi faktor pemicunya.
Saat ini, hampir setengah juta anak usia muda menderita Diabetes Mellitus (DM). Selain genetick DM pada usia muda juga muncul akibat pola hidup yang tidak sehat.

diabetes usia muda

Jumlah penderita Diabetes Mengalami Peningkatan Yang Signifikan

Jumlah penderita Diabetes Mellitus terus mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan dari International Diabetes Federation (IDF), saat ini jumlah penderita DM di Indonesia mencapai 8,5 juta orang.Tidak lagi hanya diderita kalangan lanjut usia, DM kini juga banyak diderita oleh anak usia muda. Menurut buku Atlas DM yng dikeluarkan International Diabetes Federation (IDF) tahun 2013, saat ini diperkirakan 497.100 dari 1.9 milliar anak usia muda menderita Diabetes Mellitus. Menurut laporan Riskesdas 2007, DM menyumbang 4,2% kematian pada kelompok umur 15-44 tahun di daerah perkotaan.

cara langsing cepat alami

Diabetes tidak menyebabkan kematian seketika seperti halnya stroke dan jantung.Tapi, efeknya bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Perlahan tapi pasti, diabetes akan merusak fungsi tubuh yang lain, terutama pada saraf dan pembuluh darah.

Risiko terkena diabetes akan meningkat pada mereka yang memiliki gaya hidup aktivitas fisik dengan pola makan tinggi kalori dan lemak, obesitas, keturunan, dan usia di atas 45 tahun ke atas. Namun, akibat ma-kin tidak sehatnya pola makan dan gaya hidup, tak jarang mereka yang berusia di bawah 40 tahun sudah rentan terkena DM.

Akhir-akhir ini, DM tipe 2 yang bisanya terjadi pada lanjut usia, kini juga banyak terjadi pada usia muda. DM tipe 2 merupakan prevalensi paling besar yang terjadi pada usia muda, yaitu mencapai lebih dari 90%. Sementara, DM tipe-1 umumnya terjadi di usia muda dan timbul sejak dini.

Konsumsi kalori yang berlebihan akan menimbulkan sisa kalori yang berlebih. Jika tidak dipergunaka untuk aktivitas, kalori tersebut akan diubah menjadi lemak yang ditimbun dalam tubun. Padahal, lemak bisa mempengaruhi kinerja insulin sehingga tidak dapat bekerja optimal yang mengakibatkan glukosa darah tidak bisa masuk kedalam sel untuk dibakar menjadi energi.

Olah raga yang teratur sebenarnya mampu memperbaiki kinerja insulin, yaitu membantu pembakaran glukosa dalam darah dan menurunkan kadar glukosa darah. Pada individu yang kurang berolah raga atau kurang aktivitas jasmani (sedentary lifestyle), selain akan menambah penumpukan lemak juga bisa menghilangkan pengaruh olah raga terhadap kinerja insulin.

Gejala DM

Ciri klasik penderita DM di antaranya terlihat sering kencing, sering haus, dan berat badan menurun tanpa sebab meskipun makan dengan jumlah yang cukup.Sayangnya, gejala ini muncul setelah penyakit ini bersemayam menahun dalam tubuh. Yang terjadi adalah seringnya penderita DM datang ke pusat pelayanan kesehatan dalam kondisi koma akibat glukosa darah yang sangat tinggi.

Teori Endocrine Disputer

Banyak faktor yang menyebabkan angka penyandang DM usia muda tinggi. Selain faktor genetik, faktor lain yang perlu diperhitungkan adalah infeksi. Infeksi bisa mendorong terjadinya kerusakan sel beta pankreas yang memproduksi insulin, sehingga terjadi kekurangan insulin dan terjadi hiperglikemi. Selain itu “endocrine disrupter” yang muncul belakangan ini sebagai penyebab tingginya angka DM muda.

Teori endocrine disrupter, yaitu kerusakan lingkungan akibat berbagai bahan kimia, dll yang secara berkesinambungan ikut mempengaruhi/merusak sisitim endokrin, termasuk terhadap sel beta.

Edukasi Tentang DM

DM pada usia muda mungkin akan berpengaruh pada perkembangan kecerdasan. Meskipun, menurutnya kemungkinan terjadinya hal ini sangat kecil bila penyandang tersebut mendapat penatalaksanaan yang baik. Kabar baiknya, penyandang DM muda memiliki angka usia harapan hidup yang lebih panjang ketimbang penyandang DM lanjut usia. Oleh sebab itu, penanganan dan pengobatan DM pada usia muda penting dilakukan untuk menjaga kualitas hidup mereka tetap baik.

Penggunaan insulin mutlak harus diberikan bagi penyandang DM muda tipe-1agar mereka tetap bisa hidup. Sementara, pada DM muda tipe-2 penggunaan insulin mungkin tidak diperlukan melainkan cukup dengan penggunaan obat-obatan yang diminum. Namun hal paling penting yang harus dilakukan dalam penanganan DM usia muda adalah edukasi.Edukasi dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang benar tentang penyakit dan penatalaksanaannya baik pada penyandang DM muda maupun keluarganya.

Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan edukasi pada penyandang DM muda. Hal ini terkait dengan kondisi mental penyandang DM yang relatif muda yang memerlukan support lebih besar dalam menerima kondisinya.

Pendampingan perlu dilakukan, terutama dari keluarga sehingga secara bertahap penyandang DM muda bisa menerima keadaan dirinya dan menjadikan DM yang disandangnya tidak menjadi beban.
Dengan edukasi dan suport yang balk, maka penanganan DM muda mampu dilakukan dengan optimal, baik untuk kepatuhan dalam pengobatan maupun perubahan gaya hidup yang jauh lebih baik.

Tantangan Menderita DM pada Usia Muda

DM pada usia muda memiliki banyak tantangan, baik yang datang dari diri penyandang DM sendiri maupun dari lingkungan. Pada umumnya penyandang DM muda secara psikologis merasa tertekan atau menolak penyakitnya.Tentunya, ini sangat berpengaruh pada penanganan dan pengobatannya, sehingga sulit untuk mencapai target terapi yang diharapkan.

Oleh sebab itu, para provider kesehatan harus memahami penuh kebutuhan penyandang DM usia muda, baik pengaturan diet yang bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan perkembangan. Ketidakstabilan emosional setidaknya juga harus menjadi perhatian.

Perlu disadari usia muda masih merupakan usia dimana seseorang akan mengalami pertumbuhan jasmani sekaligus kejiwaan. Pada usia tersebut, barangkali kemampuan untuk bisa menerima diri masih belum terjadi sempurna, sehingga ketika dinyatakan sebagai penyandang DM, dengan segala konsekuensinya, yaitu serba diatur makannya, aktivitas fisiknya, bahkan harus menggunakan insulin.

Selain itu, diskriminasi terhadap penyandang DM usia muda oleh masyarakat sekitarnya (lingkungan sekolah, teman bermain,dll) juga tak jarang ditemui.Misalnya, perlunya waktu bagi penderita DM muda untuk mengkonsumsi snack pada jam tertentu yang kadang kurang dipahami oleh pihak sekolah atau jenis olahraga tertentu yang tidak bisa diikuti oleh penyandang DM muda.Hal tersebut, jika tidak dipahami dengan baik bisa menjadi ancaman terhadap terjadinya komplikasi akut, baik krisis hipoglikemi atau krisis hiperglikemi pada penyandang DM.

Pentingnya Membaca Label Gizi

Bagi penyandang DM, membaca label gizi pada kemasan merupakan suatu keharusan. Seperti diketahui, setiap penyandang DM harus selalu menghitung kalori harian yang harus dikonsumsi. Label informasi nilai gizi memberikan informasi tentang kandungan bahan dan juga jumlah kaori baik per-saji atau per-packing.

label makanan

Dengan membaca label informasi nilai gizi pada kemasan, seorang penyandang DM bisa menghitung dengan lebih tepat berapa banyak mereka boleh mengkonsumsi makan kemasan tersebut.
Selain itu, label nilai gizi pada kemasan juga memberikan informasi tentang kandungan zat gisi/isi dari makanan yang dijual.Bagi seseorang yang mungkin tidak diperbolehkan menggunakan bahan makanan tertentu, ini sangat membantu untuk menunjukkan makanan yang dijual boleh mereka konsumsi atau tidak.

Sayangnya pentingnya label informasi nilai gizi ini belum disadari oleh masyarakat. Begitu juga dengan penyandang DM, banyak diantara mereka yang tidak tahu tentang pentingnya memperhatikan label disetiap makanan siap saji yang akan dikonsumsi. Padahal, hal demikian sangat meningkatkan terjadinya konsumsi kalori yang berlebihan yang mendorong peningkatan obesitas.

Tentunya, selain banyak produsen makanan siap saji juga yang belum memahami arti penting tentang labelisasi, terutama makanan yang dibuat oleh industri rumah tangga. Oleh sebab itu, regulasi oleh pihak yang berwenang dalam mengatur kebijakan produksi makanan siap saji, edukasi masyarakat dan perseorangan secara terus menerus perlu ditingkatkan, baik melalui media masa ataupun lembaga resmi seperti sekolah/kampus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *