Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Kesalahan Diet Rendah Karbohidrat

Kesalahan Diet Rendah Karbohidrat

diet-rendah-karbohidrat
Sebagai bagian dari gaya hidup, diet juga mengikuti tren. Dan, seperti kesalahan banyak para pengekor tren, asal mengikuti diet yang sedang tren bisa menjadi kesalahan Anda juga. Hal ini memang kebiasaan umum terkait dengan tren (sesuatu yang baru, populer, aneh, dan dibumbui sedikit kontroversi) sudah cukup untuk mengubah Anda jadi pengikut. Soal pembuktian ilmiah, kebenaran dan keamanan itu urusan belakangan. Ketika banyak penganjur diet bahkan konsultan diet yang membabi-buta, bilang bahwa karbohidrat harus dikurangi secara drastis atau bahkan dipangkas habis dari diet Anda karena sifatnya yang menggemukkan. Anda pun langsung mencoret sekian banyak karbohidrat dari menu makanan Anda. Padahal karbohidrat merupakan nutrien penghasil energi, selain protein dan lemak. Tapi benarkah mencoret karbohidrat adalah sesuatu yang benar?

Turun Berat Badan Tapi Sakit

Diet rendah karbohidrat merupakan diet yang membatasi jumlah karbohidrat dalam total nutrisi yang diasup. Para penganut diet ini seringkah tak mengonsumsi nasi, kentang, roti, dan sumber karbohidrat lainnya. Diet rendah karbohidrat, biasanya tinggi protein dan tinggi lemak. Lalu kenapa diet rendah karbohidrat itu begitu mudah mendapatkan sejumlah besar pengikut yang fanatik? Kemungkinan karena diet seperti ini memang berhasil – paling tidak dalam waktu relatif singkat dan sementara.

Memang, dari penelitian, dalam 6 bulan pertama, diet rendah karbohidrat dapat membantu Anda menurunkan berat badan lebih cepat dibandingkan DIET RENDAH KALORI Yang Seimbang.

Itu terjadi karena tubuh kita membakar lemak dan karbohidrat dan mengubahnya jadi energi, tetapi karbohidrat adalah nutrisi pertama yang digunakan untuk metabolisme. Jadi, dengan mengurangi pasokan karbohidrat secara drastis, tubuh dipaksa untuk membakar simpanan lemak dalam tubuh secara lebih efisien sebagai sumber energi. Secara alami, berat badan akan turun. Tetapi sayangnya, setelah 6 bulan, berat badan naik lebih cepat. Mengapa ?

Meningkatnya jumlah protein dan lemak dalam menu makanan yang dikonsumsi, sebagai kompensasi atas dikurangi atau dihilangkannya karbohidrat, pada gilirannya akan membebani tubuh Anda. Asupan protein yang terlalu tinggi akan memberatkan fungsi hati dan ginjal.

Tidak Percaya ? Cobalah tidak makan nasi 1-2 hari. Tidak makan nasi akan membuat tubuh (lidah) ingin makan yang gurih. Masalahnya makanan gurih ada pada makanan berprotein tinggi dan berlemak. Dalam hal ini camilan / gorengan / makanan enak yang cenderung berminyak.

Karbohidrat Kompleks

Kesalahan utama para penganjur diet rendah karbohidrat yang fanatik adalah mereka hanya rnengenal satu jenis karbohidrat – jahat dan menggemukkan. Jadi, supaya Anda tidak terperangkap dalam kesalahan persepsi yang sudah berlangsung beberapa dasawarsa ini, kenalilah jenis karbohidrat yang lain.

Karbohidrat kompleks adalah makanan yang, sedikit banyak, alami. Itu berarti karbohidrat kompleks tidak

mengalami proses. Karbohidrat ini mengandung banyak serat, kaya vitamin, mineral dan nutrisi.

Makanan yang mengandung banyak karbohidrat baik biasanya tidak dicerna dengan cepat, sehingga mereka tidak akan mempengaruhi tingkat gula darah (Hubungan gula darah dan diet ada diartikel berikut) . Ini juga membantu menjaga tingkat energi Anda. Bagi orang yang berdiet, karbohidrat kompleks juga dapat merangsang zat serotin dalam tubuh yang membantu Anda menjaga mood dan menekan nafsu makan.

Karbohidrat Sederhana

Sedangkan karbohidrat sederhana adalah istilah yang digunakan untuk menyebut karbohidrat yang telah diproses dan kehilangan kandungan serat serta nutrisi pentingnya. Karbohidrat sederhana akan dicerna menjadi glukosa oleh tubuh yang akhimya dapat mempengaruhi tingkat gula darah. Karena itu, mengkonsumsi terlalu banyak karbohidrat sederhana dapat menyebabkan diabetes. Dan lebih parahnya, PASTI menyebabkan anda gemuk.

Nah, dalam diet gizi seimbang, yang dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks. Namun, tak berarti semua karbohidrat simpleks buruk. Yang penting, adalah MEMBATASI ASUPANNYA, masalahnya di msyarakat kita sudah salah kaprah mengenai apa yang dipercaya, – Kalau Tidak makan nasi = Belum Makan – . Selama mindset ini tidak dirubah, diet model apapun juga tidak berguna. Salah satu karbohidrat simpleks yang baik adalah susu yang merupakan sumber kalsium dan vitamin D.

Indeks Glikemik Rendah

Bicara masalah karbohidrat, Anda juga perlu memperhatikan indeks glikemik (IG). IG merupakan angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah akibat mengonsumsi karbohidrat dari bahan pangan tertentu. Indeks ini adalah salah satu perangkat yang bermanfaat untuk memperoleh gambaran dampak karbohidrat terhadap respons glikemik postprandial (setelah makan), sekresi insulin.

Sebaliknya, makanan dengan IG rendah (angka indeks glikemik kurang dari/sama dengan 55) juga menunjukkan beban glikemik rendah dan secara berlahap melepaskan energi dalam jangka waktu lama, glukosa dilepaskan secara perlahan-lahan ke dalam aliran darah.

Jadi, makanan dengan IG tinggi (angka indeks glikemik lebih dari/sama dengan 70) cepat membuat Anda kenyang, namun cepat pula membuat lapar. Sementara makanan dengan IG rendah, tidak langsung membuat perut terasa kenyang, namun lebih lama membuat Anda merasa kenyang

Periksa daftar ringkas di bawah dan lihat seberapa tepat pilihan karbohidrat Anda:

Indeks Glikemik : Tinggi ( Lebih dari / sama dengan 70)

  • Gula : 100
  • Nasi putih kukus : 98 (sumber kegemukan, diabetes dan susah turun berat badan saat diet = Kalau konsumsinya tidak dibatasi)
  • Kentang panggang : 85
  • Keripik : 75 (camilan pertama yang anda pikirkan saat nasi anda kurangi, konsumsilah nasi secukupnya supaya anda tidak kelaparan di jam-jam antara waktu diet anda)
  • Bagel : 72
  • Roti putih : 70 ( bagi yang tidak terbiasa sarapan dengan roti, mengganti nasi putih dengan roti tidak membawa efek yang besar bagi diet anda, karena roti putih juga mempunyai angka IG yang tinggi)

Indeks Glikemik Sedang ( Andara 50 – 69)

  • Roti gandum : 69
  • Nanas 86
  • Couscous : 85
  • Roti pita : 57
  • Kentang rebus : 58

Indeks Glikemik Rendah (Andara 5 - 50)

  • Kacang panggang : 48
  • Jeruk : 44 ( jeruk mudah ditemui dimana-mana, bagus untuk camilan diantara jam diet anda)
  • Apel : 38 (apel mudah didapatkan dimana-mana, bagus untuk camilan diantara jam diet anda)
  • Pasta gandum : 37
  • Ceri : 22

Diet Herbalife, Diet rendah kalori dengan Nutrisi yang seimbang

Di Diet Herbalife anda hanya perlu sarapan dengan Nutrisi, BUKAN karbohidrat. Sarapan 1 Gelas Nutrisi Herbalife sudah cukup untuk kebutuhan nutrisi tubuh sampai siang hari. Jika anda merasa masih lapar, itu karena anda belum terbiasa sarapan Shake. Dengan kalori hanya 80 kkal di pagi hari (bandingkan dengan sarapan mie instan 340 kkal – lihat dibagian pembungkus belakang – tidak ada nutrisinya, tidak kenyang, dan membuat anda justru tambah lapar di jam antara makan siang) kebutuhan nutrisi SUDAH PASTI terpenuhi. Makan siangpun masih boleh makan nasi, tentu dengan jumlah secukupnya. Diet rendah kalori (BUKAN RENDAH KARBOHIDRAT) dan nutrisi yang seimbang baik untuk tubuh, sel dan pencernakan anda, turun berat badan akan lebih efektif.

Masih berpikir bahwa diet karbohidrat adalah cara benar untuk menurunkan berat badan secara cepat ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *