Mengenal Gula dan Menjauhi Resikonya

Mengenal Gula dan Menjauhi Resikonya

Jika anda suka makanan manis? Anda harus Hati-hati! Kelebihan mengonsumsi gula tidak baik bagi kesehatan tubuh. Kelebihan gula dapat meningkatkan berat badan, bahkan obesitas, yang dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti diabetes. Namun bukan pula untuk dimusuhi karena asupan gula dalam kadar tertentu tetap dibutuhkan oleh tubuh.

Sebagian orang,gula tak ubahnya seperti ‘makhluk mengerikan’. Padahal,asupan gula dalam kadar tertentu sangat dibutuhkan oleh tubuh dan organ vital lainnya. Gula memiliki peranan sangat penting di dalam tubuh,yaitu sebagai sumber energi utama.

PENGERTIAN GULA

Dalam kehidupan sehari-hari, gula sepertinya tidak bisa dipisahkan dalam hidup kita.Beragam makanan, kue dan minuman menggunakan gula sebagai pemberi rasa manis. Gula juga memperbaiki tekstur makanan dan minuman menjadi lebih kental, aroma lebih lezat dan memperbaiki warna menjadi kuning kecoklatan.

gula

Kebanyakan orang mengartikan gula sebagai pasir, padahal sebenarnya pengertian gula adalah semua jenis pemanis yang mengandung kalori.Seperti gula merah, sirup mapel, gula batu, gula semut atau gula bit.Gula pasir yang paling populer merupakan sukrosa yang termasuk dalam kategori jenis gula disakarida.Secara kimiawi, gula disakarida ini tersusun at as dua unit monosakarida,yaitu glukosa dan fruktosa. Selain sukrosa, jenis lain dari gula disakarida adalah laktosa dan galaktosa. Laktosa sering disebut sebagai gula susu, secara kimiawi, laktosa ini tersusun dari galaktosa dan glukosa. Sedangkan maltosa kompisisinya terdiri atas dua molekul glukosa.

GULA JUGA ADA DI KARBOHIDRAT

Gula meja mengandung sukrosa yang bermanfaat sebagai sumber energi utama tubuh.Tanpa gula,tubuh manusia tidak akan berfungsi.Tidak hanya sebagai sumber energi utama dalam aktivitas fisik, gula juga berperan sebagai sumber energi utama untuk fungsi organ dan swat

Gula di dalam tubuh (baik dalam bentuk glukosa maupun bentuk glikogen) dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya :
•makanan yang mengandung karbohidrat yang kemudian diolah menjadi bentuk terkecil, yaitu glukosa.Jadi tubuh kita dapat memperoleh gula dengan tidak mengkonsumsi gula meja tetapi dengan mengkonsumsi karbohidrat kompleks lain, seperti: nasi, roti, buah,umbi,gandum dan lain sebagainya.

Nasi Putih

Nasi Putih Mengandung Gula. Makan banyak nasi = Makan banyak gula

Meskipun sangat dibutuhkan oleh tubuh,tidak bisa dipungkiri gula juga akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang melebihi kebutuhan.

SUMBER GULA

Tubuh mendapatkan asupan gula dari beragam sumber, seperti dari makanan buah dan sayuran yang mengandung glukosa,fruktosa dan sukrosa. Konsumsi susu juga merupakan asupan laktosa secara tidak langsung. Sedangkan jika kita mengonsumsi popong-polongan, tubuh kita juga mendapatkan gula maltosa.

Berikut beberapa jenis gula yang beredar di pasaran :

# Gula Pasir – Gula pasir terbuat dari cairan sari tebu. Setelah dikristalkan, sari tebu ini akan terkristalisasi dan berubah menjadi butiran gula berwarna putih bersih atau putih agak kecokelatan (raw sugar). Digunakan dalam proses pembuatan kue dan minuman.

# Gula Pasir Kasar (Crystalizzed Sugar) – Gula pasir jenis ini memiliki butiran yang lebih besar dan kasar dibandingkan dengan gula pasir pada umumnya.Selain berwarna putih, gula pasir kasar juga dijual dalam aneka warna. Biasanya digunakan sebagai taburan bahan kue karena jenis gula ini tidak meleleh saat dioven.

# Gula Kastor (Caster Sugar) – Tekstur gula kastor lebih lembut jika dibandingkan dengan gula pasir. Gula kastor biasanya digunakan untuk membuat cake yang bertekstur lembut atau campuran adonan kue kering.Jika susah ditemukan,bisa dibuat dengan cara menghaluskan gula pasir dengan grinder kemudian di ayak. Hasil ayakan inilah yang dapat menggantikan fungsi gula kastor.

# Brown Sugar – Terbuat dari tetes tebu, namun dalam proses pembuatanya dicampur dengan molase sehingga dihasilkan butiran gula berwarna kecoklatan.Trekstur brown sugar lebih halus dan moist dibandingkan dengan gula pasir. Biasanya digunakan sebagai campuran membuat kue kering, bolu dan cake.

# Gula Bubuk (Icing Sugar/ Confection sugar) – Terbuat dari gula pasir yang digiling hingga halus sehingga tebentuk tepung gula.Gula bubuk sering ditambah dengan tepung maizena agar tepung gula tidak mudah bergumpal.Gula bubuk atau sering juga disebut dengan gula halus cocok digunakan sebagai campuran kue kering, bolu, cake atau sebagai taburan kue. Gula bubuk bisa dicampur dengan putih telur dan air jeruk lemon sebagai bahan icing sugar atau hiasan kue.

# Gula Jawa (Gula Merah) – Gula jawa biasanya terbuat dari air sadapan bunga pohon kelapa atau air nira kelapa.Warnanya cokelat dan bentulnya biasanya berupa bongkahan berbentuk silinder. Sering digunakan dalam pembuatan kue maupun minuman tradisional.

# Gula Aren – Bentuk,tekstur, warna dan rasanya mirip dengan gula merah. Yang membedakan adalah bahan bakunya, gula aren terbuat dari air nira yang disadap dari pohon aren, tanaman dari keluarga palem.

# Gula Balok (Gula Dadu) – Gula balok terbuat dari sari tebu. Bentuknya menyerupai balok dadu dengan wama putih bersih.Gula balok biasanya digunakan sebagai campuran minuman kopi atau teh.

# Gula Batu – Bentuk gula batu berupa bongkahan gula menyerupai batu berwama putih bersih.Gula jenis ini umumnya digunakan sebagai campuran minuman teh atau kopi. Tingkat kemanisan gula batu setengah dari gula pasir karenanya jika menggunakan gula batu, kunakan 2 kali lipat dari takaran gula pasir untuk mendapatkan kemanisan setara gula pasir.

KONSUMSI GULA YANG AMAN

Gula merupakan sumber energi yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Penelitian dari Massachusetts Institute of Technology menyatakan bahwa glukosa merupakan energi yang paling sederhana yang digunakan oleh tubuh. Glukosa juga makanan yang bagus untuk kerja otak dan organ vital lain seperti ginjal dan sel darah merah.

Meskipun sumber energi esensial, bukan berarti kita boleh dengan bebas mengonsumsi gula. Berdasarkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk orang Indonesia, kebutuhan energi orang dewasa diperlukan sekitar 2300 kaIori per hari.Dari jumlah 2300 kalori ini para ahli gizi menyarankan sekitar 60 persennya berasal dari karbohidrat yang salah satu sumbernya adalah gula (jadi dalam bahasa awamnya – gula adalah karbohidrat, sehingga karbohidrat tidak melulu nasi).

Dalam ambang batas yang wajar, konsumsi gula tidak membahayakan bagi tubuh. Bahkan gula disinyalir memberi dampak menenangkan jiwa dan merangsang rasa kantuk. Hal ini disebabkan karena gula dapat meningkatkan zat penenang dalam otak yang disebut dengan serotonin.

Namun perlu diingat, bahwa gula terkait dengan konsumsi energi. Jika tidak digunakan untuk beraktifitas, konsumsi energi yang berlebihan akan disimpan dalam bentuk lemak oleh tubuh.Jangka panjangnya tubuh akan mengalami obesitas yang merupakan awal timbulnya beragam penyakit.

Gula, baik gula pasir atau gula batu memberikan asupan energi 4 kkal dalam setiap gram.Selain dapat mengganggu berat badan, mengonsumsi gula dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan resiko penyakit diabetes mellitus. Sayangnya, konsumsi gula berlebihan tetap saja masih banyak dilakukan oleh sebagian masyarakat.

Masing-masing orang memiliki jumlah ideal konsumsi gula yang berbeda-beda. Berapa idealnya gula (dalam bentuk karbohidrat juga) dikonsumsi dalam satu hari tergantung pada beberapa faktor, antara lain:
•jenis kelamin,
•usia,
•postur tubuh (tinggi/berat),
•aktifitas fisik harian dan
•kondisi kesehatan secara umum.

Namun, pada dasarnya karbohidrat harus dibatasi sekitar 50% dari total asupan makanan dalam satu hari.Maksimal 20% dari 50% itu dalam bentuk gula.Tidak dapat di katakan secara umum, harus dihitung tergantung kondisi individu.

Wanita rata-rata tanpa masalah kesehatan dan dengan level aktifitas normal memerlukan asupan makanan 1500 kkal memiliki batas maksimum 37.5 gr gula perhari (= 9 sendok teh gula atau 9 sugar cube).

Sementara, pria rata-rata tanpa masalah kesehatan dan dengan level aktifitas normal dengan asupan makanan — 2000 kkal memiliki batas maksimum 50 gr gula perhari (= 12 sendok teh gula atau 12 sugar cube).

OBESITAS DAN DIABETES HARUS MENGURANGI GULA

Mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan berisiko menimbulkan penyakit misalnya diabetes mellitus.Tidak hanya mereka yang memiliki kecenderungan gula darah tinggi (diabetes mellitus), tetapi pada beberapa orang dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula/ karbohidrat,yaitu
•Mereka yang tidak aktif secara fisik dan
•mereka yang kelebihan berat badan. Namun, bukan berarti mereka tidak boleh sama sekali mengonsumsi gula/ karbohidrat.

Berhenti mengkonsumsi gula atau diet dengan tidak mengkonsumsi gula, juga berisiko menimbulkan penyakit. Diet gula terlalu ketat dengan asupan kalori kurang dari 700 kalori perhari dan pembatasan karbohidrat bisa menimbulkan rasa lapar, lemas, anemia, (kurang darah) dan ketoasidosis.Ketoasidosis biasanya disertai keluarnya keringat dingin, rasa mual, pusing, nafas berbau asetat bahkan pingsan.

Tidak hanya itu, diet gula berlebihan juga berisiko menimbulkan hipoglikemia (turunnya kadar gula) yang ditandai dengan keringat dingin, rasa mual dan pusing bahkan pingsan. Kadar gula darah kurang dari 50mg% dapat mengakibatkan koma hipoglikemik, yang bisa membawa kematian.Oleh sebab itu,tetap menjaga keseimbangannya sangat penting dilakukan.

hipoglikemi

Diet Yang Terlalu Ketat Bisa menimbulkan Hipoglikemi. Diet tanpa Nasi = Salah

Bagaimana kadar kecukupan gula sebagai kalori diperoleh saat diet Herbalife ? Shake Herbalife sebagai pengganti sarapan dan makan malam, memberikan nutrisi yang memberi anda energi. Mengandung 23 vitamin dan mineral yang diperkaya dengan serat dan berbagai jenis herbal yang salah satunya berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan. Dalam setiap takarnya, bubuk F1 Nutrition Shake Mix hanya mengandung 80 kkal dan 1 gram lemak. Dengan diet Herbalife nutrisi untuk tubuh telah diperhitungkan secara lengkap dan seimbang. Sehingga tidak khawatir saat makanan anda dibatasi tapi nutrisi untuk tubuh telah lengkap.Disamping itu masih diperbolehkan makan siang, sehingga gula sebagai energi bisa juga diperoleh dari asupan karbohidrat pada saat makan siang. Dengan Diet yang seimbang baik nutrisi, vitamin dan mineral serta mengatur pola makan, berat badan / obesitas bisa ditekan , sehingga semua keluhan kesehatan karena obesitas bisa menjauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *