Tag Archives: diabetes

Hati-hati Metabolic Syndrome – Mungkin anda Mengalaminya !

Hati-hati Metabolic Syndrome – Mungkin anda Mengalaminya !

Metabolic Syndrome atau sindrom metabolisme – adalah beberapa kondisi yang terjadi secara bersamaan menaikkan resiko penyakit jantung, stroke dan diabetes. Keadaan ini bisa berupa naiknya tekanan darah, tingginya kadar gula dalam darah serta menumpuknya lemak di sekitar lingkar perut anda serta tidak normalnya kadar kolesterol yang cenderung tinggi.

Jika anda mempunyai salah satu dari beberapa kondisi diatas tidak berarti anda punya metabolic syndrome. Tetapi bagaimanapun juga salah satu dari keadaan ini akan meningkatkan resiko sakit yang serius. Bahkan jika anda mempunyai kondisi yang lebih dari satu, resiko anda untuk sakit akan semakin besar.

Gejala

Apa saja gejalanya?

Jika anda disebut “punya” metabolic syndrome berarti anda mempunyai 3 atau lebih kelainan yang berhubungan dengan metabolisme anda, yaitu :
•Obesitas, jika lemak tubuh anda terkonsentrasi di bagian pinggul dan perut dan lingkar pinggang anda 102 cm atau lebih (bagi pria) dan 89 cm atau lebih (untuk wanita).
Naiknya tekanan darah, hal ini berarti tekanan darah systolic anda (batas atas) adalah 130 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolic anda (batas bawah) adalah 85 mmHg.
•Gula darah, kadar gula darah puasa adalah 100 mg/dL atau lebih.
•Kolesterol tinggi, jika level lemak dalam darah anda adalah – triglyserida (150 mg/dL atau lebih) dan kadar HDL anda adalah 40 mg/dL (pria) dan 50 mg/dL (wanita)

Jika anda punya 1 komponen dari metabolic syndrome ini, bukan berarti anda tidak punya gejala yang lain. Ke-4 hal ini adalah berhubungan. Bila saat ditest “mungkin” anda hanya mengalami obesitas tetapi tidak mempunyai tekanan darah tinggi, gula darah (diabetes) dan kolesterol tinggi, jangan gembira dulu. Ke-tiga hal yang lain akan muncul perlahan dan memperbesar resiko anda untuk sakit yang lebih parah lagi. Dan bila makan anda tidak anda jaga, tekanan darah-diabetes dan kolesterol bisa terjadi tiba-tiba tanpa anda sadari. Yang terjadi adalah anda tiba-tiba jatuh sakit, entah itu stroke atau jantung.

Mengapa Metabolic Syndrome bisa terjadi ?

Resisten Insulin

Metabolic Syndrome berhubungan dengan proses metabolisme tubuh anda, yang disebut sebagai resisten insulin. Apa sih ini?

Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas untuk mengontrol gula dalah dalam sistem pembuluh darah anda.

Normalnya, pencernakan anda akan memecah makanan yang anda makan menjadi glukosa. Darah memebawa glukosa ini ke semua jaringan tubuh, dimana ada sel yang menggunakan glukosa ini sebagai bahan bakar. Glukosa bisa masuk ke dalam sel dengan bantuan insulin ini.

Jika pada orang dengan resisten insulin, sel tidak akan merespon dengan jumlah insulin yang normal sehingga glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel untuk diolah menjadi tenaga. Akibatnya gula darah / glukosa yang seharusnya masuk ke dalam sel, tetap ada di sistem pembuluh darah anda yang mengakibatkan level gula dalam darah akan naik. Karena gula darah naik, maka pankreas akan kerja keras untuk memproduksi lebih banyak insulin. Masalahnya pankreas ada batasnya. Saat Pankreas tidak dapat lagi membuat insulin, maka gula darah akan tetap tinggi, saat itulah anda menderita diabetes.

Bingung dengan penjelasan ini?

saya ambil contoh , misalnya :

Wanita umur 28 tahun, tinggi badan 160 cm, berat badan 75 kg – tapi dikatakan sehat. Tapi tetap disebut obesitas bukan?Saat didiagnosis gula darahnya normal, sedangkan berat badan sudah termasuk obesitas.

Saat sehat (dikatakan sehat karena periksa di lab, gula darah terdeteksi normal) dia selalu makan banyak.

Kadang 1 piring kadang juga 5 piring.

Saat dia makan 1 piring (ini makan normal) , pankreas akan membuat insulin sebanyak 1 liter (ini asumsi dan contoh supaya lebih mudah memahami) – untuk membantu glukosa dari 1 piring nasi ini bisa masuk ke sel – untuk pembakaran energi.

Saat dia makan 5 piring, pankreas juga akan membuat insulin sebanyak 5 liter (sekali lagi ini hanya contoh supaya mudah memahami) – untuk membantu glukosa dari 5 piring nasi ini bisa masuk ke sel (untuk pembakaran energi).

Saat makan 5 piring tadi, pankreas yang seharusnya membuat 1 liter insulin (ini saya sebut kadar insulin normal dengan kondisi makan normal), jadi membuat 5 liter insulin. Sel tubuh yang seharusnya menggunakan glukosa dengan dibantu “hanya” 1 liter insulin akhirnya menjadi tahan / resisten dengan dosis yang hanya “1 liter insulin ini”.

Sel tubuh akan minta bantuan lebih banyak insulin lagi … lagi dan lagi .. untuk membantu masuknya glukosa ke sel. Otomatis dosis insulin semakin tinggi. Kalau dibiasakan makan banyak, dosis insulin yang dibutuhkan semakin tinggi – dimana pankreas akan bekerja sangat keras.

Semakin banyak anda makan, semakin kerja keras lah pankreas anda untuk membuat insulin. Jika anda umur 30an / 40an, anda obesitas dan BELUM didiagnosis diabetes, jangan senang dulu. Makan anda yang banyak akan membuat pankreas kerja keras yang berujung pada : RUSAKNYA PANKREAS / Turunnya Fungsi Pankreas.

Saat pankreas rusak, insulin hanya diproduksi sedikit bahkan tidak produksi sama sekali. Sehingga saat anda makan hanya 1/2 piringpun, jumlah insulin yang ada tidak cukup untuk membantu glukosa dari 1/2 piring makanan ini. Akibatnya glukosa yang seharusnya masuk sel, jadi kembali ke darah lagi, sehingga level glukosa (selanjutnya disebut gula darah) menjadi naik.

Saat anda perikasa gula darah, otomatis gula darah pasti tinggi, dan ini disebut DIABETES.

Jika menilik dari penyebab Diabetes adalah karena rusaknya pankreas yang tidak bisa membuat insulin lagi / produksinya hanya sedikit, maka diabetes tidak bisa disembuhkan.

Anda harus mengontrol kalori yang masuk (dari makanan/minuman) sebisa mungkin sedikit tapi berkualitas. Bila ada yang bilang diabetes sembuh, ….. pikir ulang ya … Karena satu-satunya jalan untuk sembuh adalah cangkok pankreas.

Jika pankreas rusak/fungsinya turun, insulin bisa dimasukkan dari obat / insulin yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah , supaya ada insulin yang membantu proses masuknya glukosa ke dalam sel (untuk pembakaran energi/metabolisme).

Jadi jalan untuk mengontrol diabetes, makan tetap di kontrol (dokter ahli nutrisi akan menjelaskan apa saja yang boleh dimakan/tidak boleh dan berapa gram yang boleh anda makan) serta olahraga.Kalori dari makanan/minuman harus dibuang dengan olahraga, karena otomatis saat gula darah tinggi metabolisme akan lambat. Bagaimana mau pembakaran energi, jika insulin yang membantu masuknya glukosa ke sel tidak ada ?

Bagaimana jika Gula darah TIDAK TINGGI, masih dalam batas normal (normal batas atas).

Meskipun level gula darah anda tidak terlalu tinggi, tetapi hal ini tetap berbahaya, sehingga dokter biasanya menentukan sebagai “prediabetes” / gejala diabetes (“gejala” ini adalah ungkapan yang salah, karena diabetes tidak menunjukkan gejala. Saat ada keluhan kesehatan misalnya luka yang tidak sembuh, saat periksa, gula darah anda pasti sudah tinggi, Dan ini Langsung disebut Diabetes).

Prediabetes adalah warning bahwa anda sudah diabetes. Kalau anda masih makan banyak / pasokan kalori masih banyak baik dari makanan/minuman, maka tinggal tunggu waktu saja anda akan divonis POSITIF DIABETES.

Tadi saya sebutkan bahwa ke-empat gejala metabolic syndrome adalah berhubungan. Saat anda obesitas, jika gaya hidup – tidak anda RUBAH. Diabetes pasti jadi teman anda. Saat sel perlu lebih banyak insulin (akan terjadi resistensi insulin) otomatis triglyserida (lemak jahat dalam darah ) akan meningkat. Lemak dalam darah yang tinggi akan mempengaruhi dari kerja ginjal (fungsi ginjal menyaring racun).Jika racun tidak bisa disaring dengan maximal, maka konsentrasi gula tinggi serta racun akan ada didarah. Yang akan menuju pada tekanan darah yang semakin tinggi. Tekanan darah yang semakin tinggi ini akan berakibat pada stroke dan jantung.

Kombinasi dari banyak faktor

Resisten insulin juga tidak melulu disebabkan oleh banyaknya kalori dari makanan/minuman yang anda konsumsi. Bisa jadi disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Pada beberapa orang resisten insulin diperoleh dari gen dari orang tua. Jika anda diabetes, diabetes bisa diturunkan ke anak/cucu. Oleh karena itu jauhi obesitas dan overweight serta jaga pola makan, gaya hidup harus sehat dan selalu aktif bergerak.Dari resistensi insulin akan mengarah pada diabetes. Dari diabetes ini akan banyak komplikasi yang terjadi. Dari rusaknya syaraf terutama mata, rusaknya ginjal dan pankreas serta stroke dan jantung.

Faktor apa saja yang mempengaruhi Metabolic Syndrome?

Seperti sudah dijelaskan diatas, Selain 4 hal diatas ada beberapa hal yang tidak bisa dikontrol. Terlalu banyak makan, bisa dikontrol, tetapi hal – hal berikut ini tidak bisa dikontrol. Apa saja?
•Umur. Resiko metabolic syndrome akan meningkat seiring dengan pertambahan umur. Resiko akan meningkat sebesar 10% saat mencapai umur 20 tahun, dan meningkat menjadi 40% saat anda menginjak usia 60 tahunan.Gejala metabolic syndrome bisa juga sudah terlihat saat usia masih anak-anak/remaja.
•Ras, Ras hispanic (latin) dan asia mempunyai resiko yang besar untuk mendapat metabolic syndrome dibanding ras lainnya.
•Obesitas (ini sudah dibahas diatas)
•Riwayat Diabetes (sudah dibahas diatas, diabetes bisa menurun – pada diabetes type 1). Diabetes type 2 didapat dari makan / minum kalori tinggi yang terlalu banyak.
•Penyakit lain. Diagnosis dari tekanan darah tinggi, penyakit cardiovasculer dan liver serta plycystic ovary synddrome (kelainan metabolisme yang berakibat pada hormon dan alat reproduksi pada wanita) – juga meningkatkan resiko dari metabolic syndrome.

Bagaimana cara menjauhi resiko nya?

Cara mengurangi / menjauhi resikonya ada beberapa hal dimana intinya :

•Anda Harus Mau merubah Gaya Hidup anda. Jika anda malas bergerak, rubahlah itu, cobalah aktif bergerak. Bergerak tidak harus olahraga, jalan kaki, melakukan aktifitas rumah, mengasuh anak, membersihkah rumah dan lain-lain.
•JIka anda makan terlalu banyak, cobalah kenali mengapa anda makan sangat banyak, karena emosi kah sebagai penyebab dominan anda makan banyak (putus cinta, marah, bosan, ada masalah dikantor dll).
•Diet. Anda bisa ikut diet apa saja, dari diet mediteranian, diet dukan, diet Herbalife atau diet vegan. Saran saya pilihkah diet yang alami – Bukan Dengan Obat Pelangsing.
•Kendalikan Stress

Bila ketiga hal diatas bisa mulai anda terapkan ( Merubah gaya hidup itu berat, Tapi Harus dilakukan jika anda ingin tetap sehat dimasa datang), maka hasilnya adalah :
•Lingkar pinggang anda pasti berkurang
•Gula darah anda pasti normal
•Kadar triglyserida anda pasti normal juga
•Serta Tekanan andapun pasti normal

Sehingga anda semakin sehat bahkan terlihat awet muda. Jika anda sudah positif diabetes, jangan takut. Diabetes tetap bisa dikendalikan, tetapi memang harus bisa menahan diri.

Anda yang TIDAK BISA LEPAS dari makan banyak, minum obat penurun gula darah HANYA BEKERJA SEMENTARA. Sebisa mungkin jauhi obat, rubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Makan banyak sayur dan buah, menjauhi daging merah serta banyak beraktifitas. Dengan cara ini gula darah bisa bertahan dilevel normal, meskipun dengan semakin bertambahnya umur konsumsi obat pasti tidak terhindarkan.

Yang penting ikut GAYA HIDUP SEHAT. Ini adalah solusi dari semua masalah penyakit anda. Makan “bersih” – tinggi nutrisi rendah kalori membuat anda tetap sehat.

Mengenal Gula dan Menjauhi Resikonya

Mengenal Gula dan Menjauhi Resikonya

Jika anda suka makanan manis? Anda harus Hati-hati! Kelebihan mengonsumsi gula tidak baik bagi kesehatan tubuh. Kelebihan gula dapat meningkatkan berat badan, bahkan obesitas, yang dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti diabetes. Namun bukan pula untuk dimusuhi karena asupan gula dalam kadar tertentu tetap dibutuhkan oleh tubuh.

Sebagian orang,gula tak ubahnya seperti ‘makhluk mengerikan’. Padahal,asupan gula dalam kadar tertentu sangat dibutuhkan oleh tubuh dan organ vital lainnya. Gula memiliki peranan sangat penting di dalam tubuh,yaitu sebagai sumber energi utama.

PENGERTIAN GULA

Dalam kehidupan sehari-hari, gula sepertinya tidak bisa dipisahkan dalam hidup kita.Beragam makanan, kue dan minuman menggunakan gula sebagai pemberi rasa manis. Gula juga memperbaiki tekstur makanan dan minuman menjadi lebih kental, aroma lebih lezat dan memperbaiki warna menjadi kuning kecoklatan.

gula

Kebanyakan orang mengartikan gula sebagai pasir, padahal sebenarnya pengertian gula adalah semua jenis pemanis yang mengandung kalori.Seperti gula merah, sirup mapel, gula batu, gula semut atau gula bit.Gula pasir yang paling populer merupakan sukrosa yang termasuk dalam kategori jenis gula disakarida.Secara kimiawi, gula disakarida ini tersusun at as dua unit monosakarida,yaitu glukosa dan fruktosa. Selain sukrosa, jenis lain dari gula disakarida adalah laktosa dan galaktosa. Laktosa sering disebut sebagai gula susu, secara kimiawi, laktosa ini tersusun dari galaktosa dan glukosa. Sedangkan maltosa kompisisinya terdiri atas dua molekul glukosa.

GULA JUGA ADA DI KARBOHIDRAT

Gula meja mengandung sukrosa yang bermanfaat sebagai sumber energi utama tubuh.Tanpa gula,tubuh manusia tidak akan berfungsi.Tidak hanya sebagai sumber energi utama dalam aktivitas fisik, gula juga berperan sebagai sumber energi utama untuk fungsi organ dan swat

Gula di dalam tubuh (baik dalam bentuk glukosa maupun bentuk glikogen) dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya :
•makanan yang mengandung karbohidrat yang kemudian diolah menjadi bentuk terkecil, yaitu glukosa.Jadi tubuh kita dapat memperoleh gula dengan tidak mengkonsumsi gula meja tetapi dengan mengkonsumsi karbohidrat kompleks lain, seperti: nasi, roti, buah,umbi,gandum dan lain sebagainya.

Nasi Putih

Nasi Putih Mengandung Gula. Makan banyak nasi = Makan banyak gula

Meskipun sangat dibutuhkan oleh tubuh,tidak bisa dipungkiri gula juga akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang melebihi kebutuhan.

SUMBER GULA

Tubuh mendapatkan asupan gula dari beragam sumber, seperti dari makanan buah dan sayuran yang mengandung glukosa,fruktosa dan sukrosa. Konsumsi susu juga merupakan asupan laktosa secara tidak langsung. Sedangkan jika kita mengonsumsi popong-polongan, tubuh kita juga mendapatkan gula maltosa.

Berikut beberapa jenis gula yang beredar di pasaran :

# Gula Pasir – Gula pasir terbuat dari cairan sari tebu. Setelah dikristalkan, sari tebu ini akan terkristalisasi dan berubah menjadi butiran gula berwarna putih bersih atau putih agak kecokelatan (raw sugar). Digunakan dalam proses pembuatan kue dan minuman.

# Gula Pasir Kasar (Crystalizzed Sugar) – Gula pasir jenis ini memiliki butiran yang lebih besar dan kasar dibandingkan dengan gula pasir pada umumnya.Selain berwarna putih, gula pasir kasar juga dijual dalam aneka warna. Biasanya digunakan sebagai taburan bahan kue karena jenis gula ini tidak meleleh saat dioven.

# Gula Kastor (Caster Sugar) – Tekstur gula kastor lebih lembut jika dibandingkan dengan gula pasir. Gula kastor biasanya digunakan untuk membuat cake yang bertekstur lembut atau campuran adonan kue kering.Jika susah ditemukan,bisa dibuat dengan cara menghaluskan gula pasir dengan grinder kemudian di ayak. Hasil ayakan inilah yang dapat menggantikan fungsi gula kastor.

# Brown Sugar – Terbuat dari tetes tebu, namun dalam proses pembuatanya dicampur dengan molase sehingga dihasilkan butiran gula berwarna kecoklatan.Trekstur brown sugar lebih halus dan moist dibandingkan dengan gula pasir. Biasanya digunakan sebagai campuran membuat kue kering, bolu dan cake.

# Gula Bubuk (Icing Sugar/ Confection sugar) – Terbuat dari gula pasir yang digiling hingga halus sehingga tebentuk tepung gula.Gula bubuk sering ditambah dengan tepung maizena agar tepung gula tidak mudah bergumpal.Gula bubuk atau sering juga disebut dengan gula halus cocok digunakan sebagai campuran kue kering, bolu, cake atau sebagai taburan kue. Gula bubuk bisa dicampur dengan putih telur dan air jeruk lemon sebagai bahan icing sugar atau hiasan kue.

# Gula Jawa (Gula Merah) – Gula jawa biasanya terbuat dari air sadapan bunga pohon kelapa atau air nira kelapa.Warnanya cokelat dan bentulnya biasanya berupa bongkahan berbentuk silinder. Sering digunakan dalam pembuatan kue maupun minuman tradisional.

# Gula Aren – Bentuk,tekstur, warna dan rasanya mirip dengan gula merah. Yang membedakan adalah bahan bakunya, gula aren terbuat dari air nira yang disadap dari pohon aren, tanaman dari keluarga palem.

# Gula Balok (Gula Dadu) – Gula balok terbuat dari sari tebu. Bentuknya menyerupai balok dadu dengan wama putih bersih.Gula balok biasanya digunakan sebagai campuran minuman kopi atau teh.

# Gula Batu – Bentuk gula batu berupa bongkahan gula menyerupai batu berwama putih bersih.Gula jenis ini umumnya digunakan sebagai campuran minuman teh atau kopi. Tingkat kemanisan gula batu setengah dari gula pasir karenanya jika menggunakan gula batu, kunakan 2 kali lipat dari takaran gula pasir untuk mendapatkan kemanisan setara gula pasir.

KONSUMSI GULA YANG AMAN

Gula merupakan sumber energi yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Penelitian dari Massachusetts Institute of Technology menyatakan bahwa glukosa merupakan energi yang paling sederhana yang digunakan oleh tubuh. Glukosa juga makanan yang bagus untuk kerja otak dan organ vital lain seperti ginjal dan sel darah merah.

Meskipun sumber energi esensial, bukan berarti kita boleh dengan bebas mengonsumsi gula. Berdasarkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk orang Indonesia, kebutuhan energi orang dewasa diperlukan sekitar 2300 kaIori per hari.Dari jumlah 2300 kalori ini para ahli gizi menyarankan sekitar 60 persennya berasal dari karbohidrat yang salah satu sumbernya adalah gula (jadi dalam bahasa awamnya – gula adalah karbohidrat, sehingga karbohidrat tidak melulu nasi).

Dalam ambang batas yang wajar, konsumsi gula tidak membahayakan bagi tubuh. Bahkan gula disinyalir memberi dampak menenangkan jiwa dan merangsang rasa kantuk. Hal ini disebabkan karena gula dapat meningkatkan zat penenang dalam otak yang disebut dengan serotonin.

Namun perlu diingat, bahwa gula terkait dengan konsumsi energi. Jika tidak digunakan untuk beraktifitas, konsumsi energi yang berlebihan akan disimpan dalam bentuk lemak oleh tubuh.Jangka panjangnya tubuh akan mengalami obesitas yang merupakan awal timbulnya beragam penyakit.

Gula, baik gula pasir atau gula batu memberikan asupan energi 4 kkal dalam setiap gram.Selain dapat mengganggu berat badan, mengonsumsi gula dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan resiko penyakit diabetes mellitus. Sayangnya, konsumsi gula berlebihan tetap saja masih banyak dilakukan oleh sebagian masyarakat.

Masing-masing orang memiliki jumlah ideal konsumsi gula yang berbeda-beda. Berapa idealnya gula (dalam bentuk karbohidrat juga) dikonsumsi dalam satu hari tergantung pada beberapa faktor, antara lain:
•jenis kelamin,
•usia,
•postur tubuh (tinggi/berat),
•aktifitas fisik harian dan
•kondisi kesehatan secara umum.

Namun, pada dasarnya karbohidrat harus dibatasi sekitar 50% dari total asupan makanan dalam satu hari.Maksimal 20% dari 50% itu dalam bentuk gula.Tidak dapat di katakan secara umum, harus dihitung tergantung kondisi individu.

Wanita rata-rata tanpa masalah kesehatan dan dengan level aktifitas normal memerlukan asupan makanan 1500 kkal memiliki batas maksimum 37.5 gr gula perhari (= 9 sendok teh gula atau 9 sugar cube).

Sementara, pria rata-rata tanpa masalah kesehatan dan dengan level aktifitas normal dengan asupan makanan — 2000 kkal memiliki batas maksimum 50 gr gula perhari (= 12 sendok teh gula atau 12 sugar cube).

OBESITAS DAN DIABETES HARUS MENGURANGI GULA

Mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan berisiko menimbulkan penyakit misalnya diabetes mellitus.Tidak hanya mereka yang memiliki kecenderungan gula darah tinggi (diabetes mellitus), tetapi pada beberapa orang dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula/ karbohidrat,yaitu
•Mereka yang tidak aktif secara fisik dan
•mereka yang kelebihan berat badan. Namun, bukan berarti mereka tidak boleh sama sekali mengonsumsi gula/ karbohidrat.

Berhenti mengkonsumsi gula atau diet dengan tidak mengkonsumsi gula, juga berisiko menimbulkan penyakit. Diet gula terlalu ketat dengan asupan kalori kurang dari 700 kalori perhari dan pembatasan karbohidrat bisa menimbulkan rasa lapar, lemas, anemia, (kurang darah) dan ketoasidosis.Ketoasidosis biasanya disertai keluarnya keringat dingin, rasa mual, pusing, nafas berbau asetat bahkan pingsan.

Tidak hanya itu, diet gula berlebihan juga berisiko menimbulkan hipoglikemia (turunnya kadar gula) yang ditandai dengan keringat dingin, rasa mual dan pusing bahkan pingsan. Kadar gula darah kurang dari 50mg% dapat mengakibatkan koma hipoglikemik, yang bisa membawa kematian.Oleh sebab itu,tetap menjaga keseimbangannya sangat penting dilakukan.

hipoglikemi

Diet Yang Terlalu Ketat Bisa menimbulkan Hipoglikemi. Diet tanpa Nasi = Salah

Bagaimana kadar kecukupan gula sebagai kalori diperoleh saat diet Herbalife ? Shake Herbalife sebagai pengganti sarapan dan makan malam, memberikan nutrisi yang memberi anda energi. Mengandung 23 vitamin dan mineral yang diperkaya dengan serat dan berbagai jenis herbal yang salah satunya berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan. Dalam setiap takarnya, bubuk F1 Nutrition Shake Mix hanya mengandung 80 kkal dan 1 gram lemak. Dengan diet Herbalife nutrisi untuk tubuh telah diperhitungkan secara lengkap dan seimbang. Sehingga tidak khawatir saat makanan anda dibatasi tapi nutrisi untuk tubuh telah lengkap.Disamping itu masih diperbolehkan makan siang, sehingga gula sebagai energi bisa juga diperoleh dari asupan karbohidrat pada saat makan siang. Dengan Diet yang seimbang baik nutrisi, vitamin dan mineral serta mengatur pola makan, berat badan / obesitas bisa ditekan , sehingga semua keluhan kesehatan karena obesitas bisa menjauh.

Diabetes Mellitus Pada Usia Muda

Diabetes Mellitus Pada Usia Muda

Tidak lagi didominasi para lanjut usia,Diabetes Mellitus (DM) kini sudah banyak diderita anak muda. Selain genetik, gaya hidup tidak sehat ditengarai menjadi faktor pemicunya.
Saat ini, hampir setengah juta anak usia muda menderita Diabetes Mellitus (DM). Selain genetick DM pada usia muda juga muncul akibat pola hidup yang tidak sehat.

diabetes usia muda

Jumlah penderita Diabetes Mengalami Peningkatan Yang Signifikan

Jumlah penderita Diabetes Mellitus terus mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan dari International Diabetes Federation (IDF), saat ini jumlah penderita DM di Indonesia mencapai 8,5 juta orang.Tidak lagi hanya diderita kalangan lanjut usia, DM kini juga banyak diderita oleh anak usia muda. Menurut buku Atlas DM yng dikeluarkan International Diabetes Federation (IDF) tahun 2013, saat ini diperkirakan 497.100 dari 1.9 milliar anak usia muda menderita Diabetes Mellitus. Menurut laporan Riskesdas 2007, DM menyumbang 4,2% kematian pada kelompok umur 15-44 tahun di daerah perkotaan.

cara langsing cepat alami

Diabetes tidak menyebabkan kematian seketika seperti halnya stroke dan jantung.Tapi, efeknya bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Perlahan tapi pasti, diabetes akan merusak fungsi tubuh yang lain, terutama pada saraf dan pembuluh darah.

Risiko terkena diabetes akan meningkat pada mereka yang memiliki gaya hidup aktivitas fisik dengan pola makan tinggi kalori dan lemak, obesitas, keturunan, dan usia di atas 45 tahun ke atas. Namun, akibat ma-kin tidak sehatnya pola makan dan gaya hidup, tak jarang mereka yang berusia di bawah 40 tahun sudah rentan terkena DM.

Akhir-akhir ini, DM tipe 2 yang bisanya terjadi pada lanjut usia, kini juga banyak terjadi pada usia muda. DM tipe 2 merupakan prevalensi paling besar yang terjadi pada usia muda, yaitu mencapai lebih dari 90%. Sementara, DM tipe-1 umumnya terjadi di usia muda dan timbul sejak dini.

Konsumsi kalori yang berlebihan akan menimbulkan sisa kalori yang berlebih. Jika tidak dipergunaka untuk aktivitas, kalori tersebut akan diubah menjadi lemak yang ditimbun dalam tubun. Padahal, lemak bisa mempengaruhi kinerja insulin sehingga tidak dapat bekerja optimal yang mengakibatkan glukosa darah tidak bisa masuk kedalam sel untuk dibakar menjadi energi.

Olah raga yang teratur sebenarnya mampu memperbaiki kinerja insulin, yaitu membantu pembakaran glukosa dalam darah dan menurunkan kadar glukosa darah. Pada individu yang kurang berolah raga atau kurang aktivitas jasmani (sedentary lifestyle), selain akan menambah penumpukan lemak juga bisa menghilangkan pengaruh olah raga terhadap kinerja insulin.

Gejala DM

Ciri klasik penderita DM di antaranya terlihat sering kencing, sering haus, dan berat badan menurun tanpa sebab meskipun makan dengan jumlah yang cukup.Sayangnya, gejala ini muncul setelah penyakit ini bersemayam menahun dalam tubuh. Yang terjadi adalah seringnya penderita DM datang ke pusat pelayanan kesehatan dalam kondisi koma akibat glukosa darah yang sangat tinggi.

Teori Endocrine Disputer

Banyak faktor yang menyebabkan angka penyandang DM usia muda tinggi. Selain faktor genetik, faktor lain yang perlu diperhitungkan adalah infeksi. Infeksi bisa mendorong terjadinya kerusakan sel beta pankreas yang memproduksi insulin, sehingga terjadi kekurangan insulin dan terjadi hiperglikemi. Selain itu “endocrine disrupter” yang muncul belakangan ini sebagai penyebab tingginya angka DM muda.

Teori endocrine disrupter, yaitu kerusakan lingkungan akibat berbagai bahan kimia, dll yang secara berkesinambungan ikut mempengaruhi/merusak sisitim endokrin, termasuk terhadap sel beta.

Edukasi Tentang DM

DM pada usia muda mungkin akan berpengaruh pada perkembangan kecerdasan. Meskipun, menurutnya kemungkinan terjadinya hal ini sangat kecil bila penyandang tersebut mendapat penatalaksanaan yang baik. Kabar baiknya, penyandang DM muda memiliki angka usia harapan hidup yang lebih panjang ketimbang penyandang DM lanjut usia. Oleh sebab itu, penanganan dan pengobatan DM pada usia muda penting dilakukan untuk menjaga kualitas hidup mereka tetap baik.

Penggunaan insulin mutlak harus diberikan bagi penyandang DM muda tipe-1agar mereka tetap bisa hidup. Sementara, pada DM muda tipe-2 penggunaan insulin mungkin tidak diperlukan melainkan cukup dengan penggunaan obat-obatan yang diminum. Namun hal paling penting yang harus dilakukan dalam penanganan DM usia muda adalah edukasi.Edukasi dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang benar tentang penyakit dan penatalaksanaannya baik pada penyandang DM muda maupun keluarganya.

Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan edukasi pada penyandang DM muda. Hal ini terkait dengan kondisi mental penyandang DM yang relatif muda yang memerlukan support lebih besar dalam menerima kondisinya.

Pendampingan perlu dilakukan, terutama dari keluarga sehingga secara bertahap penyandang DM muda bisa menerima keadaan dirinya dan menjadikan DM yang disandangnya tidak menjadi beban.
Dengan edukasi dan suport yang balk, maka penanganan DM muda mampu dilakukan dengan optimal, baik untuk kepatuhan dalam pengobatan maupun perubahan gaya hidup yang jauh lebih baik.

Tantangan Menderita DM pada Usia Muda

DM pada usia muda memiliki banyak tantangan, baik yang datang dari diri penyandang DM sendiri maupun dari lingkungan. Pada umumnya penyandang DM muda secara psikologis merasa tertekan atau menolak penyakitnya.Tentunya, ini sangat berpengaruh pada penanganan dan pengobatannya, sehingga sulit untuk mencapai target terapi yang diharapkan.

Oleh sebab itu, para provider kesehatan harus memahami penuh kebutuhan penyandang DM usia muda, baik pengaturan diet yang bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan perkembangan. Ketidakstabilan emosional setidaknya juga harus menjadi perhatian.

Perlu disadari usia muda masih merupakan usia dimana seseorang akan mengalami pertumbuhan jasmani sekaligus kejiwaan. Pada usia tersebut, barangkali kemampuan untuk bisa menerima diri masih belum terjadi sempurna, sehingga ketika dinyatakan sebagai penyandang DM, dengan segala konsekuensinya, yaitu serba diatur makannya, aktivitas fisiknya, bahkan harus menggunakan insulin.

Selain itu, diskriminasi terhadap penyandang DM usia muda oleh masyarakat sekitarnya (lingkungan sekolah, teman bermain,dll) juga tak jarang ditemui.Misalnya, perlunya waktu bagi penderita DM muda untuk mengkonsumsi snack pada jam tertentu yang kadang kurang dipahami oleh pihak sekolah atau jenis olahraga tertentu yang tidak bisa diikuti oleh penyandang DM muda.Hal tersebut, jika tidak dipahami dengan baik bisa menjadi ancaman terhadap terjadinya komplikasi akut, baik krisis hipoglikemi atau krisis hiperglikemi pada penyandang DM.

Pentingnya Membaca Label Gizi

Bagi penyandang DM, membaca label gizi pada kemasan merupakan suatu keharusan. Seperti diketahui, setiap penyandang DM harus selalu menghitung kalori harian yang harus dikonsumsi. Label informasi nilai gizi memberikan informasi tentang kandungan bahan dan juga jumlah kaori baik per-saji atau per-packing.

label makanan

Dengan membaca label informasi nilai gizi pada kemasan, seorang penyandang DM bisa menghitung dengan lebih tepat berapa banyak mereka boleh mengkonsumsi makan kemasan tersebut.
Selain itu, label nilai gizi pada kemasan juga memberikan informasi tentang kandungan zat gisi/isi dari makanan yang dijual.Bagi seseorang yang mungkin tidak diperbolehkan menggunakan bahan makanan tertentu, ini sangat membantu untuk menunjukkan makanan yang dijual boleh mereka konsumsi atau tidak.

Sayangnya pentingnya label informasi nilai gizi ini belum disadari oleh masyarakat. Begitu juga dengan penyandang DM, banyak diantara mereka yang tidak tahu tentang pentingnya memperhatikan label disetiap makanan siap saji yang akan dikonsumsi. Padahal, hal demikian sangat meningkatkan terjadinya konsumsi kalori yang berlebihan yang mendorong peningkatan obesitas.

Tentunya, selain banyak produsen makanan siap saji juga yang belum memahami arti penting tentang labelisasi, terutama makanan yang dibuat oleh industri rumah tangga. Oleh sebab itu, regulasi oleh pihak yang berwenang dalam mengatur kebijakan produksi makanan siap saji, edukasi masyarakat dan perseorangan secara terus menerus perlu ditingkatkan, baik melalui media masa ataupun lembaga resmi seperti sekolah/kampus.

Cara Merawat Luka Diabetes

Cara Merawat Luka Diabetes

Penderita diabetes rentan mengalami luka di kaki. Bagaimana cara menjaga kesehatan kaki dan apa yang harus dilakukan, agar kaki tidak sampai diamputasi?

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penderita diabetes di dunia terus meningkat. Jumlahnya diperkirakan mencapai 189 juta jiwa dan pada tahun 2025 akan mencapai jumlah 324 juta. Diabetes “menyumbang” 80% dari 120.000 kasus amputasi non traumatik di Amerika. “Setiap 30 detik, seorang penderita diabetes kehilangan tungkai atau sebagian tungkai, 50%-nya akanmengalami amputasi lanjutan dalam 2 tahun ke depan.

Diabetes Penyebab Kerusakan Syaraf

Jika terjadi kerusakan syaraf atau neuropati, penderita tidak dapat merasakan atau menyadari kondisi tungkainya. Dan ini perlu dijaga jangan sampai terjadi komplikasi.Infeksi terjadi karena luka pada kaki. Penyakit pembuluh darah perifer dan gangguan imunotogis ikut berperan. Pada luka di kaki sering ditemukan kuman aerobik kokus Gram positif (Staphylococcus aureus).

Diperkirakan, 1 dari 5 penderita diabetes akan dirawat di rumah sakit terkait masalah luka pada kakinya. Luka sendiri tidak bisa diduga kapan datangnya. Menginjak kerikil saat berjalan tanpa alas kaki, dapat berakibat fatal. Awalnya hanya bengkak. Karena suplai darah terganggu, luka menjadi infeksi dan bisa berujung dengan amputasi.

luka diabetes

Tips dan cara merawat luka diabetes serta menjaga kaki tetap sehat dan bebas amputasi:
•Kontrol gula darah dan rutin konsultasi ke dokter, agar gula darah terkontrol.
•Pemeriksa sendiri kaki setiap hari. Periksa apakah ada bintik merah, luka, bengkak, atau lecet. Gunakan cermin atau minta bantuan orang lain untuk melihat telapak kaki.
•Tetap aktif. Rencanakan program aktivitas fisik dengan dokter.
•Tanya ke dokter tentang penggunaan sepatu khusus.
•Rajin cuci kaki, lalu keringkan terutama di antara jari-jari kaki.
•Usahakan kulit tetap lembut dan halus. Gosok bagian punggung dan telapak kaki, tetapi jangan di sela jari-jari, dengan lotion.
•Potong kuku kaki dan amplas ujung-ujungnya dengan kikir kuku.
•Pakai sepatu dan kaus kaki.
•Jangan pernah berjalan tanpa alas kaki. Pastikan di sepatu tidak ada benda yang dapat menimbulkan luka.
•Lindungi kaki dari panas dan dingin. Jangan merendam kaki di air panas. Jangan gunakan botol air panas, bantalan pemanas atau selimut listrik, karena dapat membakar kaki tanpa disadari.
•Jaga aliran darah ke kaki dengan meletakkan kaki di lantai saat duduk. Goyang jarijari kaki dan gerakkan pergelangan kaki naik turun selama 5 menit, 2-3x sehari. Jangan terlalu lama menyilangkan kaki.
•Hindari rokok.

Jika luka sudah terjadi, dokter biasanya akan melakukan sesuatu yang bertujuan untuk membersihkan luka. Untuk mempercepat penyembuhan luka, dapat digunakan dressing (pembalut luka).

Dressing ada 2 : yang konservatif dan modern. Dressing konservatif berupa kasa biasa, dengan tambahan NaCL. Dressing modern menggunakan bahan-bahan yang dapat menyerap cairan luka lebih banyak dan biasanya mengandung antiseptik.

Nutrisi untuk Penderita Diabetes

Makanan Untuk penderita diabetes harus terukur kalori dan nutrisinya. Nutrisi boleh tinggi, kalori harus rendah. Dengan nutrisi yang seimbang, sel-sel tubuh lebih cepat beregenerasi, gula darah normal sehingga gula menjadi lebih cepat kering.

Warning !!!

Makanan berkalori tinggi (termasuk nasi – roti – makanan/minuman manis) bisa membuat gula darah yang sudah naik sulit untuk turun, sehingga luka susah untuk kering. Bila luka tidak cepat kering, maka kemungkinan kerusakan jaringan menjadi lebih besar dan akibatnya bisa mengalami amputasi.

Kendalikan apa yang anda makan, dimulai dengan menurunkan berat badan jika anda mengalami obesitas. Diabetes bisa menyebabkan kerusakan syaraf yang bisa mengakibatkan komplikasi penyakit macam-macam.

Jika anda belum paham dan tidak mau tahu tentang luka diabetes silahkan ketik : www.google.com – silahkan dicari “luka diabetes” dibagian images. Gambar-gambar tersebut adalah akibat dari luka diabetes yang tidak sembuh dan berujung dengan amputasi.

Gambar-gambar luka diabetes ini begitu mengerikan dan mungkin ini menjijikkan bagi anda. Tapi ini adalah realita yang ada. Semakin obesitas anda, dan pola makan serta gaya hidup tidak anda rubah, resiko diabetes semakin tinggi. Dan ini menyebkan komplikasi dari bermacam-macam penyakit. Termasuk luka diabetes, tekanan darah tinggi, jantung, bahkan stroke.

Dengan merubah gaya hidup anda menjadi lebih sehat, resistansi insulin bisa dikurangi. Diabetes TIDAK BISA disembuhkan. Gula darah yang normal karena obat hanya bersifat sementara/temporary. Ingin Gula darah anda selalu normal ? Jagalah apa yang anda makan dan lebih seringlah beraktifitas. Diabetes memang tidak bisa sembuh, tapi anda bisa mengontrolnya.

Cabut Gigi Pada Penderita Diabetes

cara diet murah

Cabut Gigi Pada Penderita Diabetes

Cabut gigi kerap dipertimbangkan sebagai solusi praktis untuk mengatasi masalah gigi, seperti gigi berIubang.Tapi, pada sebagian orang, terutama pasien diabetes, cabut gigi memiliki risiko sehingga tak boleh sembarang cabut gigi. Sebab itu, pasien diabetes diwanti-wanti untuk menjaga kesehatan giginya.

cara diet murah

Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit kronis yang berpotensi menyebabkan komplikasi, termasuk salah satunya gigi. Diabetes yang tidak terkontrol mudah menyebabkan gigi jadi goyang dan memerlukan tindakan pencabutan. Yang juga mesti diperhatikan, pasien diabetes tak boleh sembarang cabut gigi, ada beberapa pertimbangan yang harus dilakukan agar tak bertambah masalah kemudian.

Kesehatan Gigi dan Mulut Yang Tidak Dijaga

Menyandang penyakit diabetes menjadi tantangan besar bagi sang pasien dalam menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Pada penderita diabetes mellitus, oral hygiene yang tidak terjaga dengan sangat mudah menimbulkan infeksi pada rongga mulut. Tidak hanya melalui gigi berlubang, infeksi juga bisa terjadi akibat sisa makanan yang menumpuk diantara gusi dan gigi.

Infeksi yang terjadi tidak hanya melalui gigi yang berlubang, tetapi dapat melalui penumpukan sisa makanan antara gusi dan gigi yang dimulai dengan pembentukan plak yang dapat berlanjut pembentukan karang infeksi gigi bisa menyebabkan gigi pasien jadi goyang dan terjadi peradangan. Gigl goyang berawal dari rusaknya jaringan tulang penyangga gigi akibat infeksi.

Kondisi ini jamak ditemukan pada penderita diabetes yang tidak menjaga kebersihan gigi dan mulutnya serta gula darah yang tinggi. Gigi goyang pada penyandang diabetes terjadi karena kerusakan jaringan tulang penyangga gigi yang diakibatkan infeksi. Infeksi terjadi melalui celah gusi dan dimulai dari leher gigi kearah ujung akar pada penderita diabetes. Kerusakan tulang penyangga gigi yang hebat dapat menyebabkan gigi menjadi goyang.

Pencabutan Gigi Goyang

Tindakan pencabutan gigi goyang pada penyandang diabetes tidak mutlak selalu dilakukan.Terlebih, jika derajat kegoyangan gigi masih sangat kecil. Berbeda jika derajat kegoyangan gigi sudah parah, Tindakan pencabutan tergantung pada derajat kegoyangan gigi. Apabila kegoyangan gigi sedikit, lebih baik gigi dipertahankan. Dengan ketentuan, diabetes terkontrol dan pasien harus melakukan perbaikan oral hygiene.

Pencabutan gigi pada penyandang diabetes memerlukan perhatian yang lebih serius. Namun Pencabutan gigi pada penyandang diabetes tidak akan mengalami kendala, sepanjang pasien dalam kondisi sehat secara umum. Pada pasien diabetes, pencabutan gigi akan diawali dengan pemberian profilaksis antibiotic sebelum pencabutan dan petunjuk umum untuk kontrol diet.

Pencabutan gigi sebaiknya tidak dilakukan saat gula darah pasien tinggi. Pencabutan gigi juga harus ditunda jika gigi dalam kondisi infeksi dan radang akut. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi pasca pencabutan gigi.

Pencabutan gigi pada fase akut akan menyebabkan efek anestesi tidak adekuat, sehingga akan menimbulkan rasa sakit saat gigi dicabut. Selain itu, pencabutan gigi pada saat infeksi juga memungkinkan penyebaran infeksi melalui peredaran darah meluas dan penyembuhan memerlukan waktu yang lebih lama.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pencabutan gigi.
•Lakukan sarapan sebelum melakukan pencabutan gigi. lni ditujukan untuk mencegah terjadinya hipoglikemi saat perawatan. Apalagi, setelah pencabutan gigi, pasien biasanya akan kesulitan mengunyah.
•Minumlah antibiotik profilaksis untuk mencegah kemungkinan terjadi infeksi setelah pencabutan gigi.
•Ikuti instruksi dokter setelah pencabutan gigi.