Tag Archives: Pengobatan diabetes dengan Cerdik

Mengenal Gula dan Menjauhi Resikonya

Mengenal Gula dan Menjauhi Resikonya

Jika anda suka makanan manis? Anda harus Hati-hati! Kelebihan mengonsumsi gula tidak baik bagi kesehatan tubuh. Kelebihan gula dapat meningkatkan berat badan, bahkan obesitas, yang dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti diabetes. Namun bukan pula untuk dimusuhi karena asupan gula dalam kadar tertentu tetap dibutuhkan oleh tubuh.

Sebagian orang,gula tak ubahnya seperti ‘makhluk mengerikan’. Padahal,asupan gula dalam kadar tertentu sangat dibutuhkan oleh tubuh dan organ vital lainnya. Gula memiliki peranan sangat penting di dalam tubuh,yaitu sebagai sumber energi utama.

PENGERTIAN GULA

Dalam kehidupan sehari-hari, gula sepertinya tidak bisa dipisahkan dalam hidup kita.Beragam makanan, kue dan minuman menggunakan gula sebagai pemberi rasa manis. Gula juga memperbaiki tekstur makanan dan minuman menjadi lebih kental, aroma lebih lezat dan memperbaiki warna menjadi kuning kecoklatan.

gula

Kebanyakan orang mengartikan gula sebagai pasir, padahal sebenarnya pengertian gula adalah semua jenis pemanis yang mengandung kalori.Seperti gula merah, sirup mapel, gula batu, gula semut atau gula bit.Gula pasir yang paling populer merupakan sukrosa yang termasuk dalam kategori jenis gula disakarida.Secara kimiawi, gula disakarida ini tersusun at as dua unit monosakarida,yaitu glukosa dan fruktosa. Selain sukrosa, jenis lain dari gula disakarida adalah laktosa dan galaktosa. Laktosa sering disebut sebagai gula susu, secara kimiawi, laktosa ini tersusun dari galaktosa dan glukosa. Sedangkan maltosa kompisisinya terdiri atas dua molekul glukosa.

GULA JUGA ADA DI KARBOHIDRAT

Gula meja mengandung sukrosa yang bermanfaat sebagai sumber energi utama tubuh.Tanpa gula,tubuh manusia tidak akan berfungsi.Tidak hanya sebagai sumber energi utama dalam aktivitas fisik, gula juga berperan sebagai sumber energi utama untuk fungsi organ dan swat

Gula di dalam tubuh (baik dalam bentuk glukosa maupun bentuk glikogen) dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya :
•makanan yang mengandung karbohidrat yang kemudian diolah menjadi bentuk terkecil, yaitu glukosa.Jadi tubuh kita dapat memperoleh gula dengan tidak mengkonsumsi gula meja tetapi dengan mengkonsumsi karbohidrat kompleks lain, seperti: nasi, roti, buah,umbi,gandum dan lain sebagainya.

Nasi Putih

Nasi Putih Mengandung Gula. Makan banyak nasi = Makan banyak gula

Meskipun sangat dibutuhkan oleh tubuh,tidak bisa dipungkiri gula juga akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang melebihi kebutuhan.

SUMBER GULA

Tubuh mendapatkan asupan gula dari beragam sumber, seperti dari makanan buah dan sayuran yang mengandung glukosa,fruktosa dan sukrosa. Konsumsi susu juga merupakan asupan laktosa secara tidak langsung. Sedangkan jika kita mengonsumsi popong-polongan, tubuh kita juga mendapatkan gula maltosa.

Berikut beberapa jenis gula yang beredar di pasaran :

# Gula Pasir – Gula pasir terbuat dari cairan sari tebu. Setelah dikristalkan, sari tebu ini akan terkristalisasi dan berubah menjadi butiran gula berwarna putih bersih atau putih agak kecokelatan (raw sugar). Digunakan dalam proses pembuatan kue dan minuman.

# Gula Pasir Kasar (Crystalizzed Sugar) – Gula pasir jenis ini memiliki butiran yang lebih besar dan kasar dibandingkan dengan gula pasir pada umumnya.Selain berwarna putih, gula pasir kasar juga dijual dalam aneka warna. Biasanya digunakan sebagai taburan bahan kue karena jenis gula ini tidak meleleh saat dioven.

# Gula Kastor (Caster Sugar) – Tekstur gula kastor lebih lembut jika dibandingkan dengan gula pasir. Gula kastor biasanya digunakan untuk membuat cake yang bertekstur lembut atau campuran adonan kue kering.Jika susah ditemukan,bisa dibuat dengan cara menghaluskan gula pasir dengan grinder kemudian di ayak. Hasil ayakan inilah yang dapat menggantikan fungsi gula kastor.

# Brown Sugar – Terbuat dari tetes tebu, namun dalam proses pembuatanya dicampur dengan molase sehingga dihasilkan butiran gula berwarna kecoklatan.Trekstur brown sugar lebih halus dan moist dibandingkan dengan gula pasir. Biasanya digunakan sebagai campuran membuat kue kering, bolu dan cake.

# Gula Bubuk (Icing Sugar/ Confection sugar) – Terbuat dari gula pasir yang digiling hingga halus sehingga tebentuk tepung gula.Gula bubuk sering ditambah dengan tepung maizena agar tepung gula tidak mudah bergumpal.Gula bubuk atau sering juga disebut dengan gula halus cocok digunakan sebagai campuran kue kering, bolu, cake atau sebagai taburan kue. Gula bubuk bisa dicampur dengan putih telur dan air jeruk lemon sebagai bahan icing sugar atau hiasan kue.

# Gula Jawa (Gula Merah) – Gula jawa biasanya terbuat dari air sadapan bunga pohon kelapa atau air nira kelapa.Warnanya cokelat dan bentulnya biasanya berupa bongkahan berbentuk silinder. Sering digunakan dalam pembuatan kue maupun minuman tradisional.

# Gula Aren – Bentuk,tekstur, warna dan rasanya mirip dengan gula merah. Yang membedakan adalah bahan bakunya, gula aren terbuat dari air nira yang disadap dari pohon aren, tanaman dari keluarga palem.

# Gula Balok (Gula Dadu) – Gula balok terbuat dari sari tebu. Bentuknya menyerupai balok dadu dengan wama putih bersih.Gula balok biasanya digunakan sebagai campuran minuman kopi atau teh.

# Gula Batu – Bentuk gula batu berupa bongkahan gula menyerupai batu berwama putih bersih.Gula jenis ini umumnya digunakan sebagai campuran minuman teh atau kopi. Tingkat kemanisan gula batu setengah dari gula pasir karenanya jika menggunakan gula batu, kunakan 2 kali lipat dari takaran gula pasir untuk mendapatkan kemanisan setara gula pasir.

KONSUMSI GULA YANG AMAN

Gula merupakan sumber energi yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Penelitian dari Massachusetts Institute of Technology menyatakan bahwa glukosa merupakan energi yang paling sederhana yang digunakan oleh tubuh. Glukosa juga makanan yang bagus untuk kerja otak dan organ vital lain seperti ginjal dan sel darah merah.

Meskipun sumber energi esensial, bukan berarti kita boleh dengan bebas mengonsumsi gula. Berdasarkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk orang Indonesia, kebutuhan energi orang dewasa diperlukan sekitar 2300 kaIori per hari.Dari jumlah 2300 kalori ini para ahli gizi menyarankan sekitar 60 persennya berasal dari karbohidrat yang salah satu sumbernya adalah gula (jadi dalam bahasa awamnya – gula adalah karbohidrat, sehingga karbohidrat tidak melulu nasi).

Dalam ambang batas yang wajar, konsumsi gula tidak membahayakan bagi tubuh. Bahkan gula disinyalir memberi dampak menenangkan jiwa dan merangsang rasa kantuk. Hal ini disebabkan karena gula dapat meningkatkan zat penenang dalam otak yang disebut dengan serotonin.

Namun perlu diingat, bahwa gula terkait dengan konsumsi energi. Jika tidak digunakan untuk beraktifitas, konsumsi energi yang berlebihan akan disimpan dalam bentuk lemak oleh tubuh.Jangka panjangnya tubuh akan mengalami obesitas yang merupakan awal timbulnya beragam penyakit.

Gula, baik gula pasir atau gula batu memberikan asupan energi 4 kkal dalam setiap gram.Selain dapat mengganggu berat badan, mengonsumsi gula dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan resiko penyakit diabetes mellitus. Sayangnya, konsumsi gula berlebihan tetap saja masih banyak dilakukan oleh sebagian masyarakat.

Masing-masing orang memiliki jumlah ideal konsumsi gula yang berbeda-beda. Berapa idealnya gula (dalam bentuk karbohidrat juga) dikonsumsi dalam satu hari tergantung pada beberapa faktor, antara lain:
•jenis kelamin,
•usia,
•postur tubuh (tinggi/berat),
•aktifitas fisik harian dan
•kondisi kesehatan secara umum.

Namun, pada dasarnya karbohidrat harus dibatasi sekitar 50% dari total asupan makanan dalam satu hari.Maksimal 20% dari 50% itu dalam bentuk gula.Tidak dapat di katakan secara umum, harus dihitung tergantung kondisi individu.

Wanita rata-rata tanpa masalah kesehatan dan dengan level aktifitas normal memerlukan asupan makanan 1500 kkal memiliki batas maksimum 37.5 gr gula perhari (= 9 sendok teh gula atau 9 sugar cube).

Sementara, pria rata-rata tanpa masalah kesehatan dan dengan level aktifitas normal dengan asupan makanan — 2000 kkal memiliki batas maksimum 50 gr gula perhari (= 12 sendok teh gula atau 12 sugar cube).

OBESITAS DAN DIABETES HARUS MENGURANGI GULA

Mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan berisiko menimbulkan penyakit misalnya diabetes mellitus.Tidak hanya mereka yang memiliki kecenderungan gula darah tinggi (diabetes mellitus), tetapi pada beberapa orang dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula/ karbohidrat,yaitu
•Mereka yang tidak aktif secara fisik dan
•mereka yang kelebihan berat badan. Namun, bukan berarti mereka tidak boleh sama sekali mengonsumsi gula/ karbohidrat.

Berhenti mengkonsumsi gula atau diet dengan tidak mengkonsumsi gula, juga berisiko menimbulkan penyakit. Diet gula terlalu ketat dengan asupan kalori kurang dari 700 kalori perhari dan pembatasan karbohidrat bisa menimbulkan rasa lapar, lemas, anemia, (kurang darah) dan ketoasidosis.Ketoasidosis biasanya disertai keluarnya keringat dingin, rasa mual, pusing, nafas berbau asetat bahkan pingsan.

Tidak hanya itu, diet gula berlebihan juga berisiko menimbulkan hipoglikemia (turunnya kadar gula) yang ditandai dengan keringat dingin, rasa mual dan pusing bahkan pingsan. Kadar gula darah kurang dari 50mg% dapat mengakibatkan koma hipoglikemik, yang bisa membawa kematian.Oleh sebab itu,tetap menjaga keseimbangannya sangat penting dilakukan.

hipoglikemi

Diet Yang Terlalu Ketat Bisa menimbulkan Hipoglikemi. Diet tanpa Nasi = Salah

Bagaimana kadar kecukupan gula sebagai kalori diperoleh saat diet Herbalife ? Shake Herbalife sebagai pengganti sarapan dan makan malam, memberikan nutrisi yang memberi anda energi. Mengandung 23 vitamin dan mineral yang diperkaya dengan serat dan berbagai jenis herbal yang salah satunya berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan. Dalam setiap takarnya, bubuk F1 Nutrition Shake Mix hanya mengandung 80 kkal dan 1 gram lemak. Dengan diet Herbalife nutrisi untuk tubuh telah diperhitungkan secara lengkap dan seimbang. Sehingga tidak khawatir saat makanan anda dibatasi tapi nutrisi untuk tubuh telah lengkap.Disamping itu masih diperbolehkan makan siang, sehingga gula sebagai energi bisa juga diperoleh dari asupan karbohidrat pada saat makan siang. Dengan Diet yang seimbang baik nutrisi, vitamin dan mineral serta mengatur pola makan, berat badan / obesitas bisa ditekan , sehingga semua keluhan kesehatan karena obesitas bisa menjauh.

Diabetes Mellitus Pada Usia Muda

Diabetes Mellitus Pada Usia Muda

Tidak lagi didominasi para lanjut usia,Diabetes Mellitus (DM) kini sudah banyak diderita anak muda. Selain genetik, gaya hidup tidak sehat ditengarai menjadi faktor pemicunya.
Saat ini, hampir setengah juta anak usia muda menderita Diabetes Mellitus (DM). Selain genetick DM pada usia muda juga muncul akibat pola hidup yang tidak sehat.

diabetes usia muda

Jumlah penderita Diabetes Mengalami Peningkatan Yang Signifikan

Jumlah penderita Diabetes Mellitus terus mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan dari International Diabetes Federation (IDF), saat ini jumlah penderita DM di Indonesia mencapai 8,5 juta orang.Tidak lagi hanya diderita kalangan lanjut usia, DM kini juga banyak diderita oleh anak usia muda. Menurut buku Atlas DM yng dikeluarkan International Diabetes Federation (IDF) tahun 2013, saat ini diperkirakan 497.100 dari 1.9 milliar anak usia muda menderita Diabetes Mellitus. Menurut laporan Riskesdas 2007, DM menyumbang 4,2% kematian pada kelompok umur 15-44 tahun di daerah perkotaan.

cara langsing cepat alami

Diabetes tidak menyebabkan kematian seketika seperti halnya stroke dan jantung.Tapi, efeknya bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Perlahan tapi pasti, diabetes akan merusak fungsi tubuh yang lain, terutama pada saraf dan pembuluh darah.

Risiko terkena diabetes akan meningkat pada mereka yang memiliki gaya hidup aktivitas fisik dengan pola makan tinggi kalori dan lemak, obesitas, keturunan, dan usia di atas 45 tahun ke atas. Namun, akibat ma-kin tidak sehatnya pola makan dan gaya hidup, tak jarang mereka yang berusia di bawah 40 tahun sudah rentan terkena DM.

Akhir-akhir ini, DM tipe 2 yang bisanya terjadi pada lanjut usia, kini juga banyak terjadi pada usia muda. DM tipe 2 merupakan prevalensi paling besar yang terjadi pada usia muda, yaitu mencapai lebih dari 90%. Sementara, DM tipe-1 umumnya terjadi di usia muda dan timbul sejak dini.

Konsumsi kalori yang berlebihan akan menimbulkan sisa kalori yang berlebih. Jika tidak dipergunaka untuk aktivitas, kalori tersebut akan diubah menjadi lemak yang ditimbun dalam tubun. Padahal, lemak bisa mempengaruhi kinerja insulin sehingga tidak dapat bekerja optimal yang mengakibatkan glukosa darah tidak bisa masuk kedalam sel untuk dibakar menjadi energi.

Olah raga yang teratur sebenarnya mampu memperbaiki kinerja insulin, yaitu membantu pembakaran glukosa dalam darah dan menurunkan kadar glukosa darah. Pada individu yang kurang berolah raga atau kurang aktivitas jasmani (sedentary lifestyle), selain akan menambah penumpukan lemak juga bisa menghilangkan pengaruh olah raga terhadap kinerja insulin.

Gejala DM

Ciri klasik penderita DM di antaranya terlihat sering kencing, sering haus, dan berat badan menurun tanpa sebab meskipun makan dengan jumlah yang cukup.Sayangnya, gejala ini muncul setelah penyakit ini bersemayam menahun dalam tubuh. Yang terjadi adalah seringnya penderita DM datang ke pusat pelayanan kesehatan dalam kondisi koma akibat glukosa darah yang sangat tinggi.

Teori Endocrine Disputer

Banyak faktor yang menyebabkan angka penyandang DM usia muda tinggi. Selain faktor genetik, faktor lain yang perlu diperhitungkan adalah infeksi. Infeksi bisa mendorong terjadinya kerusakan sel beta pankreas yang memproduksi insulin, sehingga terjadi kekurangan insulin dan terjadi hiperglikemi. Selain itu “endocrine disrupter” yang muncul belakangan ini sebagai penyebab tingginya angka DM muda.

Teori endocrine disrupter, yaitu kerusakan lingkungan akibat berbagai bahan kimia, dll yang secara berkesinambungan ikut mempengaruhi/merusak sisitim endokrin, termasuk terhadap sel beta.

Edukasi Tentang DM

DM pada usia muda mungkin akan berpengaruh pada perkembangan kecerdasan. Meskipun, menurutnya kemungkinan terjadinya hal ini sangat kecil bila penyandang tersebut mendapat penatalaksanaan yang baik. Kabar baiknya, penyandang DM muda memiliki angka usia harapan hidup yang lebih panjang ketimbang penyandang DM lanjut usia. Oleh sebab itu, penanganan dan pengobatan DM pada usia muda penting dilakukan untuk menjaga kualitas hidup mereka tetap baik.

Penggunaan insulin mutlak harus diberikan bagi penyandang DM muda tipe-1agar mereka tetap bisa hidup. Sementara, pada DM muda tipe-2 penggunaan insulin mungkin tidak diperlukan melainkan cukup dengan penggunaan obat-obatan yang diminum. Namun hal paling penting yang harus dilakukan dalam penanganan DM usia muda adalah edukasi.Edukasi dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang benar tentang penyakit dan penatalaksanaannya baik pada penyandang DM muda maupun keluarganya.

Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan edukasi pada penyandang DM muda. Hal ini terkait dengan kondisi mental penyandang DM yang relatif muda yang memerlukan support lebih besar dalam menerima kondisinya.

Pendampingan perlu dilakukan, terutama dari keluarga sehingga secara bertahap penyandang DM muda bisa menerima keadaan dirinya dan menjadikan DM yang disandangnya tidak menjadi beban.
Dengan edukasi dan suport yang balk, maka penanganan DM muda mampu dilakukan dengan optimal, baik untuk kepatuhan dalam pengobatan maupun perubahan gaya hidup yang jauh lebih baik.

Tantangan Menderita DM pada Usia Muda

DM pada usia muda memiliki banyak tantangan, baik yang datang dari diri penyandang DM sendiri maupun dari lingkungan. Pada umumnya penyandang DM muda secara psikologis merasa tertekan atau menolak penyakitnya.Tentunya, ini sangat berpengaruh pada penanganan dan pengobatannya, sehingga sulit untuk mencapai target terapi yang diharapkan.

Oleh sebab itu, para provider kesehatan harus memahami penuh kebutuhan penyandang DM usia muda, baik pengaturan diet yang bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan perkembangan. Ketidakstabilan emosional setidaknya juga harus menjadi perhatian.

Perlu disadari usia muda masih merupakan usia dimana seseorang akan mengalami pertumbuhan jasmani sekaligus kejiwaan. Pada usia tersebut, barangkali kemampuan untuk bisa menerima diri masih belum terjadi sempurna, sehingga ketika dinyatakan sebagai penyandang DM, dengan segala konsekuensinya, yaitu serba diatur makannya, aktivitas fisiknya, bahkan harus menggunakan insulin.

Selain itu, diskriminasi terhadap penyandang DM usia muda oleh masyarakat sekitarnya (lingkungan sekolah, teman bermain,dll) juga tak jarang ditemui.Misalnya, perlunya waktu bagi penderita DM muda untuk mengkonsumsi snack pada jam tertentu yang kadang kurang dipahami oleh pihak sekolah atau jenis olahraga tertentu yang tidak bisa diikuti oleh penyandang DM muda.Hal tersebut, jika tidak dipahami dengan baik bisa menjadi ancaman terhadap terjadinya komplikasi akut, baik krisis hipoglikemi atau krisis hiperglikemi pada penyandang DM.

Pentingnya Membaca Label Gizi

Bagi penyandang DM, membaca label gizi pada kemasan merupakan suatu keharusan. Seperti diketahui, setiap penyandang DM harus selalu menghitung kalori harian yang harus dikonsumsi. Label informasi nilai gizi memberikan informasi tentang kandungan bahan dan juga jumlah kaori baik per-saji atau per-packing.

label makanan

Dengan membaca label informasi nilai gizi pada kemasan, seorang penyandang DM bisa menghitung dengan lebih tepat berapa banyak mereka boleh mengkonsumsi makan kemasan tersebut.
Selain itu, label nilai gizi pada kemasan juga memberikan informasi tentang kandungan zat gisi/isi dari makanan yang dijual.Bagi seseorang yang mungkin tidak diperbolehkan menggunakan bahan makanan tertentu, ini sangat membantu untuk menunjukkan makanan yang dijual boleh mereka konsumsi atau tidak.

Sayangnya pentingnya label informasi nilai gizi ini belum disadari oleh masyarakat. Begitu juga dengan penyandang DM, banyak diantara mereka yang tidak tahu tentang pentingnya memperhatikan label disetiap makanan siap saji yang akan dikonsumsi. Padahal, hal demikian sangat meningkatkan terjadinya konsumsi kalori yang berlebihan yang mendorong peningkatan obesitas.

Tentunya, selain banyak produsen makanan siap saji juga yang belum memahami arti penting tentang labelisasi, terutama makanan yang dibuat oleh industri rumah tangga. Oleh sebab itu, regulasi oleh pihak yang berwenang dalam mengatur kebijakan produksi makanan siap saji, edukasi masyarakat dan perseorangan secara terus menerus perlu ditingkatkan, baik melalui media masa ataupun lembaga resmi seperti sekolah/kampus.

Cara Merawat Luka Diabetes

Cara Merawat Luka Diabetes

Penderita diabetes rentan mengalami luka di kaki. Bagaimana cara menjaga kesehatan kaki dan apa yang harus dilakukan, agar kaki tidak sampai diamputasi?

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penderita diabetes di dunia terus meningkat. Jumlahnya diperkirakan mencapai 189 juta jiwa dan pada tahun 2025 akan mencapai jumlah 324 juta. Diabetes “menyumbang” 80% dari 120.000 kasus amputasi non traumatik di Amerika. “Setiap 30 detik, seorang penderita diabetes kehilangan tungkai atau sebagian tungkai, 50%-nya akanmengalami amputasi lanjutan dalam 2 tahun ke depan.

Diabetes Penyebab Kerusakan Syaraf

Jika terjadi kerusakan syaraf atau neuropati, penderita tidak dapat merasakan atau menyadari kondisi tungkainya. Dan ini perlu dijaga jangan sampai terjadi komplikasi.Infeksi terjadi karena luka pada kaki. Penyakit pembuluh darah perifer dan gangguan imunotogis ikut berperan. Pada luka di kaki sering ditemukan kuman aerobik kokus Gram positif (Staphylococcus aureus).

Diperkirakan, 1 dari 5 penderita diabetes akan dirawat di rumah sakit terkait masalah luka pada kakinya. Luka sendiri tidak bisa diduga kapan datangnya. Menginjak kerikil saat berjalan tanpa alas kaki, dapat berakibat fatal. Awalnya hanya bengkak. Karena suplai darah terganggu, luka menjadi infeksi dan bisa berujung dengan amputasi.

luka diabetes

Tips dan cara merawat luka diabetes serta menjaga kaki tetap sehat dan bebas amputasi:
•Kontrol gula darah dan rutin konsultasi ke dokter, agar gula darah terkontrol.
•Pemeriksa sendiri kaki setiap hari. Periksa apakah ada bintik merah, luka, bengkak, atau lecet. Gunakan cermin atau minta bantuan orang lain untuk melihat telapak kaki.
•Tetap aktif. Rencanakan program aktivitas fisik dengan dokter.
•Tanya ke dokter tentang penggunaan sepatu khusus.
•Rajin cuci kaki, lalu keringkan terutama di antara jari-jari kaki.
•Usahakan kulit tetap lembut dan halus. Gosok bagian punggung dan telapak kaki, tetapi jangan di sela jari-jari, dengan lotion.
•Potong kuku kaki dan amplas ujung-ujungnya dengan kikir kuku.
•Pakai sepatu dan kaus kaki.
•Jangan pernah berjalan tanpa alas kaki. Pastikan di sepatu tidak ada benda yang dapat menimbulkan luka.
•Lindungi kaki dari panas dan dingin. Jangan merendam kaki di air panas. Jangan gunakan botol air panas, bantalan pemanas atau selimut listrik, karena dapat membakar kaki tanpa disadari.
•Jaga aliran darah ke kaki dengan meletakkan kaki di lantai saat duduk. Goyang jarijari kaki dan gerakkan pergelangan kaki naik turun selama 5 menit, 2-3x sehari. Jangan terlalu lama menyilangkan kaki.
•Hindari rokok.

Jika luka sudah terjadi, dokter biasanya akan melakukan sesuatu yang bertujuan untuk membersihkan luka. Untuk mempercepat penyembuhan luka, dapat digunakan dressing (pembalut luka).

Dressing ada 2 : yang konservatif dan modern. Dressing konservatif berupa kasa biasa, dengan tambahan NaCL. Dressing modern menggunakan bahan-bahan yang dapat menyerap cairan luka lebih banyak dan biasanya mengandung antiseptik.

Nutrisi untuk Penderita Diabetes

Makanan Untuk penderita diabetes harus terukur kalori dan nutrisinya. Nutrisi boleh tinggi, kalori harus rendah. Dengan nutrisi yang seimbang, sel-sel tubuh lebih cepat beregenerasi, gula darah normal sehingga gula menjadi lebih cepat kering.

Warning !!!

Makanan berkalori tinggi (termasuk nasi – roti – makanan/minuman manis) bisa membuat gula darah yang sudah naik sulit untuk turun, sehingga luka susah untuk kering. Bila luka tidak cepat kering, maka kemungkinan kerusakan jaringan menjadi lebih besar dan akibatnya bisa mengalami amputasi.

Kendalikan apa yang anda makan, dimulai dengan menurunkan berat badan jika anda mengalami obesitas. Diabetes bisa menyebabkan kerusakan syaraf yang bisa mengakibatkan komplikasi penyakit macam-macam.

Jika anda belum paham dan tidak mau tahu tentang luka diabetes silahkan ketik : www.google.com – silahkan dicari “luka diabetes” dibagian images. Gambar-gambar tersebut adalah akibat dari luka diabetes yang tidak sembuh dan berujung dengan amputasi.

Gambar-gambar luka diabetes ini begitu mengerikan dan mungkin ini menjijikkan bagi anda. Tapi ini adalah realita yang ada. Semakin obesitas anda, dan pola makan serta gaya hidup tidak anda rubah, resiko diabetes semakin tinggi. Dan ini menyebkan komplikasi dari bermacam-macam penyakit. Termasuk luka diabetes, tekanan darah tinggi, jantung, bahkan stroke.

Dengan merubah gaya hidup anda menjadi lebih sehat, resistansi insulin bisa dikurangi. Diabetes TIDAK BISA disembuhkan. Gula darah yang normal karena obat hanya bersifat sementara/temporary. Ingin Gula darah anda selalu normal ? Jagalah apa yang anda makan dan lebih seringlah beraktifitas. Diabetes memang tidak bisa sembuh, tapi anda bisa mengontrolnya.

Cara Mengobati Diabetes

Cara Mengobati Diabetes

Penyakit Tidak Menular (PTM) sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat, balk di Indonesia maupun dunia. Salah satu PTM yang banyak menyita perhatian adalah Diabetes Melitus (DM).

cara mengobati diabetes

Diabetes merupakan ancaman serius bagi pembangunan kesehatan karena dapat menimbulkan :
•Kebutaan,
•Gagal ginjal,
•Kaki diabetes yang mengharuskan dilakukannya amputasi,
•Penyakit jantung serta
•Stroke.

Karena Diabetes ini sangat serius maka harus diperhatikan 4 hal berikut yang merupakan hambatan dalam rangka pengobatan diabetes. Diantaranya adalah :

Rendahnya pengetahuan akan pencegahan dan pengobatan diabetes.

•Ketidak-rataan penyediaan dan kebutuhan kesehatan.

•Terbatasnya sumber daya dalam sistem kesehatan publik

•Terbatasnya jumlah pasien yang mendapatkan pengobatan diabetes yang tepat.

Oleh karena itu, peningkatan angka orang yang terdiagnosis,terawat dan terkontrol diabetesnya sangat penting. Menurut laporan terbaru dari Novo Nordisk, Indonesia menjadi negara dengan tingkat penyakit diabetes terbesar kesepuIuh di dunia.

Saat ini terdapat 7,6 juta penduduk Indonesia mengidap diabetes, namun hanya 41% yang terdiagnosa, 39% yang menerima perawatan dan hanya 0.7% yang mencapai target pengobatan. Pada 2030, diperkirakan jumlah pengidap diabetes di Indonesia mencapai 11,8 juta,dengan pertumbuhan sebesar 6% per tahun, sejauh ini melebihi tingkat pertumbuhan populasi penduduk.

CARA MENGOBATI DIABETES TERUTAMA TIPE 2

Bukti ilmiah yang kuat berdasarkan penelitian di banyak Negara menunjukkan bahwa diabetes tipe 2 dan komplikasinya dapat dikontrol hingga titik tertentu. Harus memprioritaskan pencegahan dini faktor risiko melalui usaha pencegahan, serta upaya penyembuhan dan rehabilitasi,

Seperti yang dilakukan Kementrian Kesehatan RI dengan melakukan monitoring dan deteksi dini faktor risiko DM di Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) PTM dan Implemetasi perilaku CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, Kelola stress).

Perkembangan komplikasi terkait diabetes dapat diperlambat atau bahkan dihindari secara bersamaan dengan dua langkah:
•Perubahan gaya hidup dan
•Intervensi obat-obatan.

Pengidap diabetes tipe 2 seringkali pada awalnya dapat menjaga kondisi mereka dengan lebih banyak berolah raga dan menjaga pola makan mereka.Jika kadar glukosa darah tidak dikontrol dengan perubahan gaya hidup, maka akan dilakukan pengobatan;dan jika pengobatan awal tidak cukup, maka insulin akan menjadi opsi pengobatan yang dianjurkan.Di Indonesia, hanya 0,7% pengidap diabetes yang mencapai target pengobatan mereka, dan perawatan insulin hanya didapat oleh satu dari delapan orang yang membutuhkannya. Ini harus ditingkatkan.

GEMUK – DIET dan DIABETES Tipe 2

Diabetes tipe 2 paling banyak diderita karena dari cara serta pola hidup yang salah. Perut adalah indikasi dari timbunan lemak yang pada akhirnya bisa menjadi penyebab resistensi insulin. Sehingga gula darah tidak ada yang mengontrol. Akibatnya terlalu tingginya kadar “gula” dalam darah. Untuk itu pencegahan lebih baik. Jika anda mempunyai perut buncit yang Telah/Akan/Merasa menderita Diabetes. Segeralah hilangkan perut buncit anda dengan cara yang benar. Yaitu diet dan beraktifitas atau CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, Kelola stress).

Karena hal inilah yang menjadi akar terjadinya Diabetes yang akan menjadikan kesehatan tubuh cepat merosot. Diet dengan Terapi Nutrisi adalah diet yang alami karena selain nutrisi tubuh terpenuhi – kalori yang terkandung juga rendah. Dan ini adalah makanan yang dibutuhkan oleh penderita diabetes dalam diet harian mereka.

Makanan kaya nutrisi dan rendahkalori tidak akan membuat gula darah cepat naik, tetapi menjadi efisien. Disamping lemak tubuh yang terbakar leibh efisien, turun berat badan juga lebih cepat (karena semakin stabil kadar gula – proses pembakaran lemak tubuh menjadi energi menjadi semakin efektif).