Tag Archives: penyebab gemuk

Kegemukan atau Obesitas – Artikel 3 – Penyebab Obesitas

Kegemukan atau Obesitas – Artikel 3 – Penyebab Obesitas

Meskipun ada banyak faktor penyebab obesitas seperti genetik dan perubahan hormonal ditubuh , obesitas secara umum terjadi karena lebih banyak kalori yang masuk dibanding yang keluar/terbakar baik melalui olahraga atau aktifitas fisik harian.Tubuh anda menyimpan kelebihan kalori ini sebagai lemak. Jadi persepsi jika gemuk karena banyak makanan yang berlemak adalah salah. Makan kalori tinggi dan kurang aktifitaslah yang menjadi penyebab obesitas. Dalam hal ini makanan yang tidak berlemak pun akan dirubah menjadi lemak, bila kalori yang anda makan terlalu tinggi ( kalori tinggi memang biasanya banyak dijumpai pada makanan enak, gurih, manis dan berlemak).

Obesitas juga hasil dari kombinasi beberapa penyebab dan faktor, termasuk :

  • Kurang Aktifitas.Jika anda tidak aktif (bahkan sangat aktif), anda hanya membakar kalori dalam jumlah sedikit. Dengan pola hidup seperti sekarang ini dimana makanan dan minuman bertebaran dimana-mana, anda dapat dengan mudah memasukkan kalori tinggi ke dalam tubuh anda dan tidak terkontrol.Kurang aktifitas
  • Makan makanan yang tidak sehat. Menu makan dengan jumlah kalori yang tinggi, makan fast food, melewatkan sarapan, makan banyak kalori ketika malam hari, atau minum minuman manis dan porsi makan yang “nambah” dari seharusnya sangat berkontribusi dalam kenaikan berat badan anda.Fast Food
  • Masa kehamilan. Selama kehamilan, berat wanita mengalami kenaikan. Beberapa orang bahkan tetap mengalami kenaikan badan meskipun sudah melahirkan. Kenaikan berat badan saat kehamilan ini berkontribusi besar terhadap kenaikan berat badan wanita.Masa Kehamilan berkontribusi besar terhadap kenaikan berat badan. - Kim Kardashian  Picture -
  • Kurang tidur.Tidur kurang dari 7 jam saat malam hari dapat menyebabkan perubahan hormon yang mengatur nafsu makan. Jika anda begadang, anda akan merasa mudah lapar dan jika anda turuti untuk makan, baik camilan atau karbohidrat, ini akan sangat berpengaruh pada kenaikan berat badan anda.Kurang Tidur
  • Beberapa Jenis pengobatan. Beberapa jenis pengobatan membuat resiko kenaikan berat badan. Beberapa obat-obat an ini misalnya : obat anti depresi, obat anti-kejang, obat diabetes, obat antipsikotik, steroid dan beta blocker.
  • Masalah kesehatan. Obesitas dapat di pengaruhi juga oleh masalah-masalah kesehatan. Misalnya Prader-Willi syndrome, Cushing’s syndrome, dan polycystic ovary syndrome. Beberapa keluhan kesehatan seperti arthritis, dapat membuat seseorang untuk mengurangi segala aktifitasnya, dan ini juga akan memperbesar resiko untuk gemuk. Masalah pada thyroid juga dapat menyebabkan metabolisme rendah, sehingga akan menjadi mudah gemuk.

Kegemukan atau Obesitas – Artikel 4 – Faktor Resiko Pemicu Obesitas

Kegemukan atau Obesitas – Artikel 4 – Faktor Resiko Pemicu Obesitas

Obesitas terjadi ketika anda makan dan minum lebih banyak kalori dari yang anda buang/bakar melalui olahraga dan aktifitas harian. Obesitas dipengaruhi oleh banyak faktor. Dan Berikut adalah faktor-faktor yang membuat resiko kenaikan berat badan menjadi lebih besar.

  • Genetik. Gen anda mungkin mempunyai pengaruh dari banyaknya lemak yang ada. Genetika juga sangat berpengaruh tentang seberapa efisien tubuh anda mengubah makanan menjadi energi. Bila gen anda membuat anda mudah gemuk dan faktor lingkungan mendukung. Maka resiko anda untuk menjadi obesitas menjadi berlipat ganda.Faktor Genetik memegang peran penting pada obesitas
  • Jarang Bergerak. Jika anda tidak aktif secara fisik, maka kalori yang anda bakar sangat sedikit.Dengan gaya hidup pada jaman ini, kalori dengan jumlah besar mudah masuk ke tubuh tanpa kita sadari (baik dari makanan maupun dari minuman).
  • Kebiasaan makan tidak sehat. Kebiasaan makan tidak sehat dapat menjadi suatu kebiasaan rutin yang tidak kita sadari menjadi penyebab utama obesitas. Makan fastfood, kebiasaan makan nasi dan karbohidrat dalam porsi besar masih ditambah dengan teh manis atau es campur atau minuman bersoda (tinggi kalori + tinggi kalori), gorengan dan camilan (makan banyak dan tinggi kalori tapi tidak membuat kenyang), kebiasaan makan malam bersama-sama dan dalam porsi besar.Serta banyak kebiasaan makan tidak sehat.Sop buntut goreng - Enak tapi tidak sehat

    es campur - enak tapi tidak sehat

  • Lifestyle keluarga. Obesitas dapat menurun pada keluarga. Ini bukan hanya masalah genetik. Dalam satu keluarga terdapat kecenderungan untuk memiliki kebiasaan makan yang sama. Hal ini bisa memacu obesitas. Bila orang tua mengalami obesitas, resiko obesitas pada anak menjadi meningkat.
  • Berhenti Merokok. Berhenti merokok sering di hubungkan dengan kenaikan berat badan. Saat berhenti merokok, hormon streess kortisol akan dibuat, hormon kortisol berhubungan dengan selera makan. Pada saat berhenti merokok orang akan mudah merasa lapar dan mudahn untuk “ngemil”. Hal ini lah yang menjadi penyebab orang mengalami obesitas. Tetapi bagaimanapun juga berhenti merokok dalam waktu lama tetap mempunyai efek kesehatan yang jauh lebih baik. Jika anda berhenti merokok, stress management harus bisa anda kelola, baik dengan kegiatan fisik yang bermanfaat (olahraga) atau mengarahkan pikiran pada hoby dan dibuat relax.Berhenti Merokok
  • Masa kehamilan. Selama kehamilan, berat wanita mengalami kenaikan. Beberapa orang bahkan tetap mengalami kenaikan badan meskipun sudah melahirkan. Kenaikan berat badan saat kehamilan ini berkontribusi besar terhadap kenaikan berat badan wanita.
  • Kurang tidur.Tidur kurang dari 7 jam saat malam hari dapat menyebabkan perubahan hormon yang mengatur nafsu makan. Jika anda begadang, anda akan merasa mudah lapar dan jika anda turuti untuk makan, baik camilan atau karbohidrat, ini akan sangat berpengaruh pada kenaikan berat badan anda.
  • Umur. Obesitas dapat terjadi pada umur berapa pun. Bahkan anak-anak. Dengan bertambahnya umur, hormonal berubah dan bila anda tidak hidup secara aktif, resiko obesitas dapat meningkat.Sebagai tambahan, jumlah otot di tubuh akan berkurang seiring dengan bertambahnya umur. Padahal jumlah otot yang sedikit akan memperlambat metabolisme. Sehingga tubuh hanya membutuhkan sedikit kalori. Oleh karena itu jika pasokan kalori anda tetap besar maka anda akan mudah gemuk dan sulit untuk menurunkan berat badan. Jadi semakin tua anda, semakin sedikit makanan yang dibutuhkan oleh tubuh.Jika anda tidak mengontrol jumlah makanan yang masuk, obesitas dan perut buncit resikonya akan sangat meningkat. Dan hal ini akan meningkatkan pula resiko penyakit jantung dan stroke. Untuk melawan hal ini, semakin tua umur anda, semakin banyak aktifitas yang dibutuhkan, yang efektif adalah jalan kaki kemana saja, dan kurangi pasokan kalori yang masuk, terutama dari makanan karbo, lemak dan makanan/minuman manis.Obesitas dapat menyerang berbagai tingkatan umur
  • Sosial Ekonomi. Beberapa kondisi sosial ekonomi bisa dihubungkan dengan kenaikan resiko obesitas. Keadaan ekonomi tertentu dan kesibukan tinggi, membuat orang hanya fokus pada pekerjaan dan melupakan olahraga, tidak sempat berpikir untuk makanan makanan yang baik untuk tubuh, tidak sempat memasak sendiri makanan dengan bahan yang sehat serta stress. Beberapa kondisi ekonomi tertentu juga tidak punya cukup uang untuk membeli makanan yang sehat, terlalu tinggi makan karbohidrat dan kurangnya nutrisi penting yang lain. Oleh karena itu obesitas telah menjadi wabah yang tidak hanya menyerang orang kaya, orang miskin pun bisa mengalami obesitas. Dan obesitas ada dimana-mana di sekitar kita.Obesitas tidak mengenal sosial ekonomi, negara, dan jenis kelamin
  • Beberapa Jenis pengobatan. Beberapa jenis pengobatan membuat resiko kenaikan berat badan. Beberapa obat-obat an ini misalnya : obat anti depresi, obat anti-kejang, obat diabetes, obat antipsikotik, steroid dan beta blocker
  • Masalah kesehatan. Obesitas dapat di pengaruhi juga oleh masalah-masalah kesehatan. Misalnya Prader-Willi syndrome, Cushing’s syndrome, dan polycystic ovary syndrome. Beberapa keluhan kesehatan seperti arthritis, dapat membuat seseorang untuk mengurangi segala aktifitasnya, dan ini juga akan memperbesar resiko untuk gemuk. Masalah pada thyroid juga dapat menyebabkan metabolisme rendah, sehingga akan menjadi mudah gemuk.

Jika anda mempunyai satu atau beberapa faktor resiko diatas, itu tidak berarti bahwa anda ditakdirkan untuk obesitas. Anda dapat melawan sebagain besar faktor resiko diatas dengan banyak bergerak dan banyak berolahraga.